Guntur Pertanyakan Anggaran Pemeliharaan Jalan di Kota Tepian

Guntur Pertanyakan Anggaran Pemeliharaan Jalan di Kota Tepian
Anggota Komisi III DPRD Samarinda Guntur.

SAMARINDA – Anggota Komisi III DPRD Samarinda Guntur menyoroti beberapa ruas jalan rusak di Kota Samarinda. Dia mengaku jalan tersebut minim perhatian dari Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda.

Kata dia, meski Samarinda merupakan ibu kota provinsi, tetapi masih banyak ruas jalan ditemukan kondisinya memprihatinkan.

Contohnya saja ruas jalan di kawasan Siradj Salman. Beberapa waktu lalu kondisi jalan di kawasan tersebut sempat viral di media sosial dan masyarakat harus hati-hati jika melintasinya.

Kondisi jalan tersebut yang tak kunjung diperbaiki membuat politisi Partai Demokrat ini turut angkat suara.

Baca Juga  DPD PKS Kukar Gelar Rakerda, Susun Strategi Persiapan Pemilu 2024

“Kondisi ruas jalan yang rusak sebenarnya tidak hanya di kawasan Siradj Salman saja. Tetapi di sejumlah kawasan lainnya juga masih ditemukan jalan yang kondisinya memprihatinkan,” kata Guntur, saat dihubungi lewat sambungan telepon, Kamis (9/6/22).

Pemkot, kata dia, seharusnya peka dengan hal seperti itu. Terutama di kawasan dengan status jalan kota.

“Ini juga sering muncul di benak kami. Kenapa Pemkot kurang peka terhadap kondisi jalan yang banyak rusak itu. Terkait di jalan Siradj Salman itu kan cukup padat lalu lintas kendaraan di sana,” ungkap Guntur.

Baca Juga  APBD 2025 Diproyeksi Turun, Ketua DPRD Kukar Tegaskan Program Infrastruktur Tetap Prioritas 

Dia meminta Pemkot melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) rutin melaksanakan kegiatan patroli atau mengontrol setiap titik jalan yang rusak.

Tujuannya agar setiap jalan yang rusak secepatnya dapat diperbaiki. Sehingga aktivitas masyarakat terus lancar dan tidak menyebabkan kecelakaan lalu lintas.

“Terkait anggaran perbaikan jalan yang rusak,sebenarnya telah disediakan melalui dinas terkait,” beber Guntur.

Karena itu dia mempertanyakan perihal alokasi anggaran tersebut.

“Jangan tunggu lubang besar dahulu baru diperbaiki, karena kalau tunggu lubangnya besar ya pasti anggaran yang dikeluarkan juga pasti besar. Karena sebenarnya dana khusus untuk jalan itu sudah ada, tetapi sampai saat ini tidak diperbaiki,” terangnya. (nta)