KUKAR IDAMAN SEP 26

Komisi II DPRD Paser Minta OPD Perbaiki Program yang Dinilai Belum Efektif

Foto : Rapat kerja Komisi II DPRD Paser bersama empat Organisasi Perangkat Daerah (OPD). (Istimewa)

PASER — Komisi II DPRD Kabupaten Paser kembali menggelar rapat kerja bersama empat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mitra di Ruang Rapat Bapekat DPRD Paser, Rabu (18/2/2026). Pertemuan ini digelar untuk menguji kesiapan rencana bisnis OPD dalam menjalankan program kerja satu tahun ke depan.

Empat OPD yang hadir yakni Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perkebunan dan Peternakan, serta Dinas Perikanan.
Rapat dipimpin Ketua Komisi II Sukran Amin, didampingi Wakil Ketua Basri Mansur, Sekretaris Lasminah, serta anggota Komisi II M. Nasir, Agus Santosa, Burhanuddin, Acong Asfiyek, dan Regina Fabiola. Asisten Kesra Romif Erwinadi turut hadir mewakili Pemerintah Kabupaten Paser.

Baca Juga  Isu Kelangkaan Energi Mencuat, Distribusi LPG 3 Kg di Kukar Tetap Normal

Sukran menegaskan bahwa rapat kerja merupakan bagian dari fungsi pengawasan DPRD untuk memastikan seluruh program OPD selaras dengan prioritas pembangunan daerah.

“Penting bagi kami mengetahui rencana secara detail agar bisa memberi masukan dan memastikan program prioritas pemerintah daerah terlaksana dengan baik,” ujarnya.

Namun dari hasil pemaparan, Komisi II menemukan masih ada sejumlah program OPD yang dinilai belum jelas, belum terukur, dan belum dibahas rinci di internal perangkat daerah. Karena itu, rapat kerja menjadi momentum penyelarasan agar program benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

“Beberapa sektor belum menyentuh akar permasalahan di lapangan. Kami ingin memastikan program yang disusun benar-benar menyelesaikan persoalan masyarakat sesuai tugas masing-masing OPD,” tegas Sukran.

Baca Juga  Tingkatkan Kualitas OPD, Pemkab Kukar Berikan Pendampingan Pengisian SPIP

Ia mencontohkan sektor perikanan yang harus mampu menjawab persoalan nelayan, sementara sektor perkebunan dan peternakan harus memberi dampak nyata bagi pelaku usaha dan masyarakat.

Meski begitu, Komisi II menilai sebagian program OPD sudah berada pada jalur yang tepat. Tetapi beberapa program tetap perlu dievaluasi, termasuk program produksi telur ayam oleh Dinas Perkebunan dan Peternakan yang dinilai belum memberikan kontribusi signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) meski menyerap anggaran cukup besar.

Baca Juga  Maksimalkan Fungsi, Sri Puji Minta Doctor On Call Disosialisasikan Kembali

“Sebagian program sudah on the track, namun ada yang perlu dikaji ulang. Khusus program produksi telur ayam, itu harus kita evaluasi dan kawal,” tutup Sukran. (zu)