
SAMARINDA – Konflik antara Ukraina dengan Rusia turut menjadi sorotan Anggota DPRD Samarinda dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Nursobah.
Menurutnya, dunia saat ini seolah-olah hanya membela Ukraina yang diinvasi oleh Negara Rusia. Namun negara-negara di Eropa seakan-akan lupa dengan persoalan Palestina yang bertahun-tahun dinvasi Israel.
“Saat Ukraina diserang, Barat meradang. Karena Rusia dianggap akan akuisi juga menganeksasi negara pecahan Uni Soviet itu. Tetapi, Barat bungkam dan keep silent for Palestina. Demokrasi Barat gagal menjadi panutan,” tutur Nursobah, Kamis (5/5/2022).
Begitu juga saat terkait konflik di Suriah, Barat memilih bersedekap tangan tanda tak mau terlibat. Dengan alasan konflik itu urusan dalam negeri, tetapi mereka tetap memasok dan jual senjata.
“Lagi di sini NATO dan sekutu gagal menjadikan demokrasi sebagai Leader of the world. Karena tak ada role model yang bisa ditiru,” terangnya.
Selain itu, Nursobah juga menyoroti respon dunia perihal kondisi ekonomi negara-negara Asia dan Afrika. Berbeda ketika menghadapi negara di Eropa.
Dalam hal ini dia mencontohkan Sri Lanka yang berada di ambang kebangkrutan. Padahal hanya Rp729 triliun atau sepuluh persen hutang Indonesia.
“Negeri inipun dibiarkan para kampiun demokrasi untuk surut dan terpuruk,” tuturnya.
Sementara Yunani yang hanya masalah waktu untuk bangkrut, namun dipertahankan oleh negara-negara barat. Lantaran banyak situs sejarah dan awal kelahiran filsuf demokrasi Aristoteles.
“Lagi-lagi demokrasi gagal menjadi rujukan dalam eksistensi negara,” tegasnya.
Terkait krisis global yang terjadi saat ini, Nursobah mengharapkan Indonesia yang menganut sistem demokrasi terus memupuk perdamaian dunia. Serta melanjutkan kerja-kerja politik yang membangun. Bukan hanya dalam negeri tetapi permasalahan luar negeri juga harus diselesaikan dengan elegan.
“Supaya tidak ada lagi tren penindasan kuasanya dan jangan terus melakukan pembiaran kehancuran dan kebangkrutan,” tegas Anggota Komisi I DPRD Samarinda ini. (xl)












