KUKAR IDAMAN SEP 26

Lonjakan Harga Tiket Pesawat Jadi Sorotan DPRD Samarinda

Foto : Wakil Ketua DPRD Samarinda, Celni Pita Sari. (Istimewa)

SAMARINDA – DPRD Kota Samarinda berencana memanggil sejumlah pihak terkait untuk membahas lonjakan harga tiket pesawat yang belakangan banyak dikeluhkan masyarakat. Hearing tersebut dijadwalkan melibatkan pengelola bandara hingga sektor distribusi bahan bakar minyak (BBM) guna mencari penyebab mahalnya tarif penerbangan.

Wakil Ketua DPRD Samarinda, Celni Pita Sari, mengatakan pembahasan itu akan segera digelar dalam waktu dekat. Menurutnya, kenaikan harga tiket pesawat kini tidak hanya berdampak pada aktivitas pemerintahan, tetapi juga membebani masyarakat yang membutuhkan transportasi udara.

“Kami akan menggelar hearing bersama instansi terkait untuk mencari solusi atas kenaikan tiket pesawat yang terus dikeluhkan masyarakat,” ujar Celni.

Baca Juga  Pawai Ogoh-Ogoh Tenggarong Jadi Potret Toleransi di Tengah Ramadan

Ia menilai tingginya tarif penerbangan turut memengaruhi mobilitas warga Samarinda, terutama bagi masyarakat yang memiliki kebutuhan perjalanan mendesak ke luar daerah. Selain itu, kondisi tersebut juga berdampak pada kegiatan kedinasan dan pelayanan pemerintahan.

“Kenaikan tarif penerbangan bukan hanya menghambat aktivitas pemerintahan, tetapi juga memberatkan masyarakat saat bepergian keluar daerah,” katanya.

Dalam hearing nanti, DPRD Samarinda tidak hanya menyoroti tarif tiket semata. Sejumlah faktor lain yang diduga memengaruhi kenaikan harga penerbangan juga akan dibahas, termasuk distribusi BBM dan dampaknya terhadap operasional maskapai.

Menurut Celni, pembahasan lintas sektor diperlukan agar solusi yang dihasilkan tidak bersifat sementara. DPRD ingin mendapatkan gambaran menyeluruh mengenai kondisi industri penerbangan yang tengah menghadapi tekanan biaya operasional.

Baca Juga  Palaran Disiapkan Jadi Sentra Industri Baru Samarinda

Rencana hearing tersebut muncul di tengah kondisi global yang memicu kenaikan harga bahan bakar dunia. Konflik berkepanjangan di Timur Tengah disebut berdampak terhadap lonjakan biaya operasional maskapai penerbangan.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyatakan pemerintah memberikan ruang bagi maskapai untuk melakukan penyesuaian tarif penerbangan menyusul meningkatnya harga BBM global.

“Konflik global memicu kenaikan harga bahan bakar dunia sehingga maskapai membutuhkan penyesuaian tarif demi menjaga operasional tetap berjalan,” ujar AHY.

Baca Juga  Insentif Guru Swasta dan Negeri Timpang, DPRD Kukar Dorong Perubahan Regulasi

Ia mengakui kenaikan harga tiket pesawat cukup memberatkan masyarakat. Namun menurut pemerintah, kebijakan tersebut menjadi langkah yang sulit dihindari demi menjaga keberlangsungan sektor penerbangan nasional. (adv/zu)