KUKAR IDAMAN SEP 26

Menteri Kehutanan dan Kepala BNPB Datangi Bukit Tengkorak di Kaltim, Ada Apa?

Menteri Kehutanan dan Kepala BNPB Kunjungi Bukit Tengkorak di Kaltim, Ada Apa?
Kepala BNPB dan Menhut saat mengunjungi Bukit Tengkorak. (istimewa)

PENAJAM PASER UTARA – Menteri Kehutanan (Menhut) RI Raja Juli Antoni bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto melakukan kunjungan kerja ke Kaltim, Senin (14/9). Keduanya meninjau lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Bukit Tengkorak, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).

Kunjungan kerja yang berlangsung pada 14-15 September 2026 tersebut merupakan bagian dari rapat koordinasi sekaligus pendampingan penanggulangan bencana karhutla di Kaltim.

Peninjauan langsung ke lokasi dilakukan untuk melihat kondisi terkini sekaligus memastikan penanganan karhutla di lapangan berjalan secara optimal. Kondisi darurat karhutla di Kaltim yang masih memerlukan penanganan intensif menjadi perhatian pemerintah pusat.

Baca Juga  Inflasi Kaltim Maret 2026 Capai 3,31 Persen, Samarinda Tertinggi

Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni mengatakan, penanganan karhutla harus dilakukan secara cepat dan terpadu. Upaya tersebut tidak hanya berfokus pada pemadaman, tetapi juga memperkuat langkah pencegahan agar kebakaran tidak semakin meluas.

Karena itu, diperlukan penguatan koordinasi serta langkah penanganan secara terpadu antara pemerintah pusat, pemerintah daerah dan seluruh unsur terkait. Menurutnya, penanganan di lapangan harus dilakukan dengan mengedepankan respons cepat serta memastikan setiap titik api dapat segera ditangani.

“Kita ingin memastikan penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Timur berjalan secara maksimal. Pencegahan dan penanganan di lapangan harus dilakukan secara bersama-sama agar kebakaran tidak semakin meluas,” ujar Menhut Raja Juli.

Baca Juga  Akhirnya Timnas Indonesia Petik Kemenangan Perdana di Kualifikasi Piala Dunia 2026

Dia menambahkan, pemerintah akan terus memperkuat upaya pencegahan dan penanganan karhutla melalui sinergi lintas sektor. Hal ini penting untuk mengantisipasi potensi kebakaran, khususnya di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.

“Yang paling penting adalah bagaimana kita bersama-sama mencegah kebakaran ini agar tidak meluas dan dapat segera ditangani ketika muncul titik api,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menegaskan pentingnya sinergi seluruh unsur dalam menghadapi kondisi darurat karhutla di Kaltim.

“BNPB bersama pemerintah daerah dan seluruh unsur terkait akan terus melakukan pendampingan dan memperkuat penanganan di lapangan. Yang terpenting adalah memastikan respons cepat terhadap setiap titik kebakaran dan melindungi masyarakat dari dampak bencana,” kata Suharyanto. (xl)