KUKAR IDAMAN SEP 26

Pandji Pragiwaksono Kesal, Pertunjukan Stand Up di Samarinda Diduga Diganggu Pendukung Rudy Mas’ud

Foto: Pandji Pragiwaksono menceritakan kejadian saat ia tampil di Samarinda. (Tangkapan layar youtube Pandji Pragiwaksono)

SAMARINDA – Komika senior sekaligus CEO Comika, Pandji Pragiwaksono, meluapkan kekesalannya setelah merasa pertunjukan stand up comedy nya di Samarinda diganggu oleh sekelompok penonton yang diduga merupakan pendukung politisi Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud. Insiden tersebut terjadi saat Pandji menjadi penampil utama (headliner) dalam acara komedi bertajuk “Kaltim Paradox” di Plenary Hall Samarinda pada Sabtu (13/6/2026) malam.

Melalui unggahan di kanal YouTube pribadinya dalam program .ID Weekly Vlog Eps 221, Pandji menceritakan bahwa sepanjang jalannya acara, sebuah rombongan penonton di sisi kanan panggung terus-menerus melakukan tindakan mengganggu (heckling).

“Sepanjang acara ada rombongan di sebelah kanan yang sangat parah nge-hackel acara. Mereka teriak-teriak, ngejerit-ngejerit, benar-benar nge-hackel penonton dari komika pertama sampai keenam,” ujar Pandji dalam vlognya.

Gangguan tersebut dinilai sangat masif hingga memicu kemarahan penonton lain yang merasa hak kenyamanannya terganggu. Setelah ditelusuri, rombongan pengganggu tersebut diduga kuat merupakan barisan pendukung aktif Rudy Mas’ud yang juga bergerak di media sosial.

Baca Juga  DPRD Samarinda Minta Pemkot Lakukan Penertiban Bantaran SKM Secara Manusiawi

Sengaja Mengacau Saat Bahasan “Dinasti Politik”

Pandji mengungkapkan, sebagai acara komedi yang digelar di Samarinda, nuansa kritik politik lokal memang terasa sangat kencang. Banyak komika yang naik ke panggung menyuarakan keresahan mengenai isu “Dinasti Mas’ud” di Kalimantan Timur.

Namun, setiap kali topik tersebut disentuh, rombongan tersebut sengaja menyahuti dengan teriakan bermuatan politis. “Sekilas gua dengar ada yang ngomong ‘dukung Mas’ud’, atau ‘hidup Mas’ud’, atau ‘saya pilih Rudy Mas’ud’. Ramai banget dan mau enggak mau mengganggu,” lanjutnya.

Pandji juga mengaku menerima informasi bahwa pihak Rudy Mas’ud sempat membeli sekitar 100 tiket acara tersebut untuk dibagikan kepada para pendukungnya. Ia menyayangkan sikap arogansi para pendukung tersebut yang dinilai tidak memahami etika menonton pertunjukan stand-up comedy.

Baca Juga  Buka Kejurprov Tenis Meja, Bupati Paser Inginkan Peningkatan Kualitas dan Prestasi

Dendam Personal Pandji

Akibat insiden ini, Pandji mengaku sempat ragu apakah dirinya akan kembali menggelar tur komedi di Samarinda di masa mendatang. Ia merasa risiko gangguan serupa terlalu besar untuk komika yang membawakan materi-materi politik tajam.

Di akhir videonya, Pandji menegaskan bahwa perkara ini kini bukan lagi sekadar dinamika panggung biasa, melainkan sudah bergeser menjadi masalah personal antara dirinya dengan Rudy Mas’ud dan dinastinya.

“Permasalahan Rudy Mas’ud dan Dinasti Mas’ud jadi masalah personal buat gua. Gua masih tidak bisa memaafkan pendukung Rudy Mas’ud yang kemarin mengganggu pertunjukan gua,” tegas Pandji.

Ia menambahkan, meski nantinya ada pihak yang menyampaikan permohonan maaf, hal itu tidak akan menghapus kekecewaannya. Pandji bahkan berjanji akan menjadikan isu ini sebagai bahan materi yang akan lebih sering ia suarakan dalam karya-karyanya ke depan.

Baca Juga  Oli Truk Tumpah di Jalan Wolter Monginsidi Timbau, Pengendara Diimbau Hati-Hati

“Minta maaf adalah satu hal. Namun dendam kesumat saya adalah hal yang lain. Ada sesuatu yang akan gua lakukan, apa itu? Dinantikan saja,” pungkasnya. (zu)