KUKAR IDAMAN SEP 26

Pantau Harga Pangan di Pasar Mangkurawang, Satgas Temukan Beras Premium di Atas HET

Pantau Harga Pangan di Pasar Mangkurawang, Satgas Temukan Beras Premium di Atas HET
Satgas Sapu Bersih Pelanggaran Harga, Keamanan dan Mutu Pangan saat melakukan peninjauan harga di Pasar Mangkurawang, Kecamatan Tenggarong. (fajar/komparasinews)

KUTAI KARTANEGARA — Satuan Tugas (Satgas) Sapu Bersih Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan menemukan masih adanya pedagang yang menjual beras premium di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Saat melakukan pemantauan harga komoditas pangan di Pasar Mangkurawang, Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar), Jumat (6/3/2026).

Meski demikian, secara umum harga sejumlah bahan pokok di pasar tersebut masih terpantau stabil. Bahkan, beberapa komoditas mengalami penurunan harga.

Ketua Tim Kerja Stabilitas Pasokan Pangan di Badan Pangan Nasional (Bapanas) Yudhi Harsatriadi Sandyatma mengatakan, pihaknya memantau langsung berbagai komoditas utama di pasar tersebut.

“Pantauan kami hari ini untuk komoditas seperti beras, telur, ayam, daging ayam, daging sapi, bawang merah, bawang putih, cabai rawit merah, dan cabai merah keriting hampir semuanya relatif stabil. Bahkan ada beberapa yang mengalami penurunan harga,” ujarnya di sela-sela pemantauan.

Baca Juga  Tren Pemulihan Terus Berlanjut, Ekonomi Kaltim Tumbuh Lebih Tinggi di 2022

Salah satu komoditas yang mengalami penurunan adalah cabai rawit merah. Sebelumnya harga cabai rawit sempat mencapai Rp90.000 per kilogram, namun kini turun menjadi sekitar Rp75.000 per kilogram.

Sementara itu, harga telur ayam terpantau stabil di kisaran Rp55.000 per piring. Harga gula juga masih berada pada kondisi stabil, yakni sekitar Rp17.500 per kilogram.

Namun dalam pemantauan tersebut, Satgas masih menemukan satu hingga dua pedagang yang menjual beras premium di atas HET yang telah ditetapkan pemerintah. Untuk beras medium, harga masih berada dalam batas ketentuan.

Menurut Yudhi, tingginya harga beras premium tersebut dipengaruhi beberapa faktor, seperti biaya distribusi yang relatif tinggi serta harga dari sumber pasokan yang sudah mendekati HET.

“Sementara ini kami masih melakukan sosialisasi dan peneguran kepada pedagang. Jika pada kunjungan berikutnya masih ditemukan pelanggaran, tentu akan ada tindakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan,” tegasnya.

Baca Juga  Gubernur Jajaki Peluang Kerja Sama Bisnis dan Ekspor Kaltim ke Brasil

Yudhi menjelaskan, Satgas Sapu Bersih bertugas melakukan pengawasan sepanjang tahun, yakni dari 1 Januari hingga 31 Desember 2026. Namun menjelang Ramadan dan Idulfitri, pengawasan diperketat selama dua bulan.

“Kami melakukan pengawalan penuh selama dua bulan, baik sebelum lebaran hingga pasca lebaran, di seluruh provinsi dari Sabang sampai Merauke,” jelasnya.

Yudhi juga mengimbau masyarakat agar tidak khawatir terhadap ketersediaan pangan menjelang Ramadan dan Idulfitri. Pemerintah memastikan pasokan pangan, khususnya di wilayah Kalimantan, dalam kondisi cukup.

Dia menambahkan, pemerintah juga mendapat dukungan dari Perum Bulog yang memiliki cadangan sejumlah komoditas pangan strategis, terutama beras.

“Untuk beras sendiri stoknya cukup aman, bahkan memiliki ketahanan sekitar tiga sampai lima bulan ke depan. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir atau melakukan panic buying,” katanya.

Baca Juga  Parah! Rapat Paripurna Gagal Digelar karena Hanya Dihadiri 10 Anggota DPRD Kukar

Satgas Sapu Bersih Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan terdiri dari berbagai kementerian dan lembaga, di antaranya Badan Pangan Nasional, Polda, Dinas Pangan dan Pertanian Provinsi, Dinas Perdagangan, serta Pemerintah Kabupaten Kukar. (fjr)