Pembangunan Jembatan Sebulu Membutuhkan Anggaran Hingga Rp500 Miliar

Foto : Wakil Bupati Kutai Kartanegara, Rendi Solihin (dua dari kanan) bersama dengan tim melakukan monitoring proses pembangunan jembatan Sebulu. (Faidil/Komparasinews)

KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) terus berupaya meningkatkan koneksi antar kecamatan dengan membangun sejumlah infrastruktur penting, untuk mempermudah akses masyarakat.

Salah satu yang menjadi prioritas Pemkab Kukar yakni pembangunan Jembatan Sebulu. Saat ini progress pembangunan jembatan tersebut telah memasuki tahap kedua. Pemkab Kukar telah menganggarkan sekitar 136 miliar rupiah untuk pembangunan tahap kedua ini.

Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin mengungkapkan perkiraan pembiayaan pembangunan jembatan hingga tuntas membutuhkan biaya 450 hingga 500 miliar rupiah.

‎”Tahun depan itu bisa berubah lagi harganya, harganya pasti naik bisa sampai 10 persen karena harga besi naik, harga material naik semua ikut naik, jadi perkiraan kami secara keseluruhan sekitar 500 milyar untuk menuntaskan pembangunan jembatan Sebulu,” kata Rendi Solihin.

Ia menekankan pentingnya kualitas pekerjaan dan ketepatan waktu mengingat jembatan tersebut akan menjadi infrastruktur vital penghubung Kecamatan Sebulu dan Tenggarong, serta membuka jalur strategis menuju Kabupaten Kutai Timur (Kutim).

Baca Juga  Tahap I Dibuka, Wabup Minta Masyarakat Manfaatkan Beasiswa Kukar Idaman

“Setiap tahap pembangunan harus sesuai spesifikasi. Waktu terus berjalan, jadi kami mendorong agar pelaksana proyek bergerak cepat dan tetap menjaga kualitas,” tegasnya.

Pada akhir tahun 2025 ini, Pemkab Kukar menargetkan penyelesaian jalan pendekat menuju jembatan tersebut. Kemudian struktur utama jembatan akan dilanjutkan setelah seluruh perizinan dan kajian teknis tuntas.

Rendi menegaskan komitmen Pemkab Kukar untuk terus melanjutkan proyek ini hingga tuntas. Ia memastikan pengaggaran untuk jembatan tersebut akan diberikan setiap tahun, sehingga pembangunan jembatan tersebut bisa cepat rampung dan segera bisa digunakan.

‎”Kami harus memastikan di periodisasi Aulia Rahman Basri bersama dengan Rendi Solihin sampai 2030 kalo bisa lebih cepat, jembatan Sebulu sudah bisa dinikmati,” jelasnya.

Sementara itu pemerintah Kecamatan Sebulu menyambut positif upaya Bupati dan Wakil Bupati Kukar untuk menjadikan Jembatan Sebulu sebagai prioritas pembangunan. Menurut Camat Sebulu Edy Fahruddin, pembangunan tahap selanjutnya ini dinilai menjadi jawaban atas kebutuhan akses transportasi yang selama ini menjadi kendala di wilayah tersebut.

Baca Juga  Jelang Pemilu, Badan Kesbangpol Kaltim Serukan Masyarakat Waspadai Informasi Hoaks

Ia mengatakan bahwa keberadaan jembatan ini telah lama dinantikan masyarakat. Karena, selain memudahkan mobilitas warga, jembatan tersebut juga akan menunjang kelancaran distribusi hasil pertanian dan komoditas lainnya.

Edy menilai jembatan tersebut akan menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi lokal. Akses yang lebih cepat dan efisien akan membuka peluang usaha baru, memperlancar pengiriman barang, serta memperluas jaringan perdagangan antarkecamatan hingga antar kabupaten.

“Pembangunan ini akan berdampak positif terhadap ekonomi warga. Mobilitas lancar, ekonomi pun bergerak,” ujar Edy Fahruddin.

kemudian, Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar, Linda Juniarti menjelaskan bahwa proses pengerjaan saat ini fokus pada pembangunan jalan pendekat sisi Sebulu sepanjang 2.100 meter yang diawali dengan proses pengurukan hingga lapisan agregat kelas B. Proses pemadatan tanah menjadi salah satu tantangan yang memerlukan waktu cukup panjang.

Baca Juga  Satpol PP Kukar Bakal Razia Hotel Kelas Melati, Ini Alasannya

“Selain itu, kami juga sedang mengerjakan pile slab sepanjang 300 meter serta menyiapkan pemasangan grider sebanyak lima bentang,” jelas Linda.

Ia mengungkapkan bahwa, saat ini pihaknya masih menunggu sejumlah perizinan dari Balai Wilayah Sungai (BWS), Dinas Perhubungan, dan KSOP, untuk bisa melanjutkan ke pemasangan bentang utama jembatan.

“Kami telah berkoordinasi dengan Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ) Kementerian PUPR. Targetnya, pada 2026 proses pemancangan tiang di Sungai Mahakam bisa dimulai,” terangnya. (Dil)