KUKAR IDAMAN SEP 26

Pemkab Kukar Dorong Pesantren Ramah Anak di Momen Peringatan Hari Santri 2026

Pemkab Kukar Dorong Pesantren Ramah Anak di Momen Peringatan Hari Santri 2026
Sekda Kukar Sunggono saat memimpin upacara peringatan Hari Santri Nasional di Lapangan Kantor Bupati, Kamis. (Komparasinews/Habib Fajar)

KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) memperkuat komitmen mewujudkan pesantren ramah anak dalam peringatan Hari Santri Nasional 2026. Komitmen tersebut ditujukan untuk memastikan santri mendapatkan perlindungan dan lingkungan pendidikan yang aman.

Komitmen itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono, setelah memimpin upacara peringatan Hari Santri Nasional di Lapangan Upacara Kantor Bupati Kukar, Kamis (22/10/2026).

Upacara diikuti unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kukar dan ribuan santri dari berbagai pondok pesantren di wilayah Kukar. Peringatan tahun ini mengangkat tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”.

Sunggono mengatakan, komitmen menjadikan pesantren di Kukar sebagai lingkungan yang ramah anak telah dibacakan bersama dalam kegiatan tersebut. Dia berharap komitmen itu tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan pesantren.

Baca Juga  Gantikan Desman Minang, Bambang Irawan Terpilih Jadi Ketua PWI Kukar

“Alhamdulillah, dalam kegiatan ini juga dibacakan komitmen kita bersama untuk menjadikan pesantren di Kukar sebagai pesantren yang ramah anak,” kata Sunggono.

Menurut dia, perlindungan terhadap santri membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pengelola pesantren hingga masyarakat. Lingkungan pesantren harus mampu memberikan rasa aman sekaligus mendukung tumbuh kembang anak selama menempuh pendidikan.

Sunggono juga berharap persoalan yang pernah terjadi di lingkungan pesantren di daerah lain tidak terulang di Kukar. Karena itu, upaya perlindungan santri perlu diwujudkan melalui penerapan komitmen yang konsisten.

“Apa yang mungkin terjadi selama ini di pesantren di tempat lain, mudah-mudahan benar-benar tidak terjadi di Kukar,” ujarnya.

Baca Juga  DPRD Samarinda Petakan Prioritas Renovasi Sekolah untuk Program 2027

Selain menekankan perlindungan anak, Sunggono berharap santri di Kukar dapat mengambil peran lebih besar dalam pembangunan bangsa. Menurut dia, kemampuan di bidang agama perlu diimbangi dengan penguasaan ilmu pengetahuan, inovasi, dan kemandirian.

Harapan tersebut sejalan dengan amanat Menteri Agama yang dibacakan dalam upacara. Santri diharapkan tidak hanya memiliki pemahaman keagamaan yang kuat, tetapi juga mampu menjawab tantangan dan berkontribusi bagi masyarakat.

“Mudah-mudahan, santri bukan hanya menguasai bidang agama, tetapi juga bisa menjadi bagian penting dari pembangunan bangsa,” kata Sunggono.

Dalam rangkaian peringatan tersebut, panitia juga menyerahkan santunan kepada 10 perwakilan santri. Bantuan itu bersumber dari Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU).

Baca Juga  Kondisi Fiskal Berubah, Pemkab Kukar Sesuaikan Belanja di APBD Perubahan 2026

Kegiatan peringatan Hari Santri Nasional 2026 selanjutnya direncanakan diisi dengan makan bersama para santri sebagai bentuk kebersamaan.

Sunggono berharap momentum Hari Santri dapat memperkuat perhatian terhadap perlindungan anak di lingkungan pesantren sekaligus mendorong peningkatan kapasitas santri agar mampu berkontribusi dalam pembangunan daerah dan nasional. (fjr/adv)