Peserta Pelatihan Welder di Kukar Diwisuda, Disnaker Akui Masih Banyak PR

Peserta Pelatihan Welder di Kukar Diwisuda, Disnaker Akui Masih Banyak PR
Plt Kepala Distransnaker Dendy Irwan Fahriza. (fajar/komparasinews)

KUTAI KARTANEGARA – Program pelatihan berbasis kebutuhan industri kembali digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar). Sebanyak 13 peserta pelatihan welder resmi diwisuda dan dilepas untuk memasuki dunia kerja, namun Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kukar mengakui masih banyak pekerjaan rumah dalam penyelenggaraan program tersebut.

Plt Kepala Disnaker Kukar Dendy Irwan Fahriza mengatakan, para peserta berasal dari berbagai kecamatan seperti Muara Jawa, Anggana, Kota Bangun Darat, Muara Badak, Marang Kayu, Loa Kulu, Sangasanga, hingga Loa Janan.

Program pelatihan ini merupakan kolaborasi dengan SKK Migas lewat program “Kukar Siap Kerja Etam Sejahtera”. Peserta diprioritaskan dari keluarga kurang mampu berdasarkan data P3KE atau DTKS Desil 1–5.

Dari 13 peserta, lima orang dipastikan bekerja di perusahaan steel di Batam, tiga orang terserap di perusahaan lokal Kukar, sementara lima lainnya masih dalam proses seleksi perusahaan di Batam.

Baca Juga  Mengkhawatirkan, Jumlah Pernikahan Usia Anak di Kaltim Lampaui Rata-Rata Nasional

Dendy menegaskan bahwa pelatihan tidak hanya mencetak peserta bersertifikat, tetapi memastikan mereka terserap kerja.

“Pelatihan ini diarahkan untuk mendorong hilirisasi tenaga kerja. Targetnya mengurangi kemiskinan dengan membuka peluang kerja,” jelasnya saat diwawancarai di Kantor, Kamis (2/4).

Program welder ini sendiri sudah berjalan tiga angkatan. Angkatan pertama sebanyak 20 peserta. Angkatan kedua sebanyak 19 peserta, dan angkatan ketiga sebanyak 13 peserta.

Meski demikian, Dendy mengakui sejumlah kendala masih terjadi. Beberapa peserta angkatan ketiga gagal ikut pelatihan karena tidak mendapat izin orang tua, mengingat durasi pelatihan mencapai 3,5 bulan.

Selain itu, dari 39 peserta angkatan pertama dan kedua, delapan orang bekerja tidak sesuai bidang pelatihan.

“Ini jadi evaluasi bagi kami. Termasuk memastikan kesiapan peserta, izin orang tua, dan komitmen mengikuti pelatihan sampai selesai,” ujarnya.

Baca Juga  Camat Buka Suara Soal Penolakan Desa Sedulang pada Pemekaran Wilayah, Ternyata...

Untuk meminimalkan kendala serupa, Disnaker akan memperketat seleksi, mulai dari tes awal, validasi peserta yang tidak sedang mengikuti rekrutmen lain, hingga memastikan izin keluarga sebelum medical check-up (MCU).

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan tingkat pengangguran terbuka (TPT) Kukar berada di angka sekitar 4,7 persen, sementara Disnaker mencatat 11.055 pencari kerja terdaftar.

Di saat yang sama, Kukar juga berpotensi mengalami gelombang PHK akibat penurunan RKAB batubara. Untuk mengantisipasi, Disnaker menyiapkan pelatihan wirausaha, bantuan peralatan, pendampingan, serta integrasi dengan program Kredit Kukar Idaman bunga nol persen.

Disnaker juga berencana menggelar job fair dengan sistem terintegrasi yang mempertemukan perusahaan dan pencari kerja secara digital. Agenda ini disiapkan di beberapa wilayah, seperti Tenggarong Seberang, Samboja, dan Kota Bangun, tergantung anggaran.

Baca Juga  Perketat Patroli Balap Liar Selama Ramadan, Polres Kukar Ancam Tahan Motor Pelanggar

“Target kami menciptakan tenaga kerja yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga bisa mandiri sebagai wirausaha,” kata Dendy. Pihaknya menyebutkan akses informasi pelatihan akan diperluas melalui website disnaker, media sosial, dan aplikasi Kukar Siap Kerja. (fjr)