Puji Astuti Tegaskan Tak Ada Lagi Perbedaan Sekolah Unggulan di Samarinda

Puji Astuti Tegaskan Tak Ada Lagi Perbedaan Sekolah Unggulan di Samarinda
Sri Puji Astuti.

SAMARINDA – Ketua Komisi IV DPRD Samarinda Sri Puji Astuti mengaku pemberlakuan sistem zonasi untuk meningkatkan pendidikan masih dikeluhkan orang tua murid. Diketahui, Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk 2022 ini terdapat perbedaan pada setiap jenjang pendidikan.

Untuk tingkat SD memiliki zonasi 75 persen dari daya tampung sekolah. Sedangkan tingkat SMP memiliki zonasi 60 persen dari daya tampung sekolah.

Menurut Puji, dengan pemberlakuan zonasi itu keluhan calon peserta didik dan orang tua murid tentu pasti muncul. Keluhan itu terjadi ketika murid yang seharusnya masuk dalam seleksi zonasi, tapi tidak mendapatkan kuota atau zonasi di sekolah terdekat.

Baca Juga  Tolak Pasal Antidemokrasi di KUHP, Mahasiswa Balikpapan Rencanakan Demonstrasi

Terkait hal itu, Politikus Partai Demokrat ini mengaku dalam waktu dekat Komisi IV melakukan pertemuan dengan Dinas Pendidikan membahas persoalan tersebut. Sehingga bisa dicarikan solusi yang terbaik.

“Ini akan kami bahas lagi dengan Dinas Pendidikan,” kata Puji.

Agar sistem tersebut tidak terus-menerus dikeluhkan, dia mengimbau seluruh orang tua murid menghilangkan stigma terkait adanya sekolah unggulan. Sebab, kata dia, semua sekolah yang ada di Samarinda pada dasarnya sama dan tidak ada perbedaan.

Baca Juga  Dandani Kampung Wisata Bukit Stelling, Wawali Samarinda Ajak Donasi Lewat Minyak Jelantah

“Tidak ada lagi sebutan sekolah unggulan. Karena semua sekolah sama saja, proses dan penerimaannya juga sama. Kalau mau masuk ke sekolah yang diinginkan, ya tinggal persiapkan anak untuk daftar dengan jalur prestasi,” terangnya. (nta)