KUKAR IDAMAN SEP 26

Rekening Aktivis Pati Diblokir, Aksi Gunting Kartu ATM Bank Mandiri Ramai di Media Sosial

Netizen membagikan kartu ATM Bank Mandiri dipotong buntut kebijakan pemblokiran aktivis Pati. (Tangkapan layar Tiktok/Papanya Revaldi)

JAKARTA – Pemblokiran rekening milik aktivis asal Pati, Supriyono alias Botok, mendapat sorotan di media sosial. Sejumlah pengguna media sosial menyampaikan kekecewaan terhadap Bank Mandiri, bahkan sebagian di antaranya menunjukkan protes dengan menggunting kartu ATM.

Rekening milik Supriyono disebut digunakan untuk kebutuhan pribadi sekaligus menerima donasi untuk kegiatan aksi warga. Saat dilakukan pemblokiran pada Jumat (21/8/2026), rekening tersebut dilaporkan memiliki saldo sekitar Rp80,9 juta.

Pemblokiran itu terjadi menjelang rencana aksi demonstrasi di depan Gedung DPR RI pada Kamis (27/8/2026).

Bank Mandiri sebelumnya menjelaskan bahwa pemblokiran rekening dilakukan sebagai tindak lanjut atas permintaan aparat penegak hukum. Pihak bank menyatakan proses tersebut dilakukan berdasarkan prosedur dan ketentuan yang berlaku.

Baca Juga  Seskab Teddy Bantah Sorotan Dino Patti Djalal: Rombongan Prabowo Dipangkas Lebih dari Separuh

Kabar tersebut kemudian memicu perbincangan di berbagai platform media sosial. Sejumlah warganet menyerukan agar nasabah menarik atau memindahkan dana mereka dari Bank Mandiri sebagai bentuk keberatan.

Respons tersebut juga ditunjukkan melalui sejumlah video yang memperlihatkan aksi pemotongan kartu ATM. Salah satunya diunggah akun Threads @luthfi_erl dengan keterangan, “Udah ngerasa gak aman, bye mandiri”.

Dalam video itu, pemilik akun terlihat memotong kartu ATM Bank Mandiri menggunakan gunting. Unggahan tersebut kemudian mendapat beragam tanggapan dari pengguna media sosial lainnya.

Sejumlah akun lain turut membagikan video serupa. Sebagian warganet menyebut aksi tersebut sebagai bentuk solidaritas terhadap warga yang berencana mengikuti demonstrasi.

Baca Juga  Menuju 2045, Pemprov Kaltim Mulai Matangkan Strategi Transformasi Ekonomi Pascatambang

Ada pula pengguna media sosial yang menyatakan keinginannya untuk menutup rekening Bank Mandiri. Salah satunya akun Threads @sarahadeliacute yang menulis:

“Fix aku tutup rekening aku, kalau rekening seseorang bisa di blokir karena alasan politik maka rekening kita semua bisa beresiko tinggi untuk di blokir karena protes kepada gerombolan koruptor di pemerintahan.”

Di luar aksi pemotongan kartu ATM, kritik terhadap Bank Mandiri juga terlihat di sejumlah unggahan dan kolom komentar media sosial. Akun Instagram resmi Bank Mandiri disebut turut menjadi ruang bagi warganet menyampaikan tanggapan setelah kabar pemblokiran rekening Supriyono beredar.

Bank Mandiri menegaskan pemblokiran rekening tersebut dilakukan atas permintaan aparat penegak hukum. Bank juga menyatakan tindakan tersebut bukan merupakan keputusan sepihak untuk menghentikan atau menghalangi rencana aksi demonstrasi.

Baca Juga  Kemensos Dirikan Ratusan Kampung Siaga Bencana dan Lumbung Sosial

Hingga kini, polemik tersebut masih menjadi perhatian di media sosial, terutama terkait alasan pemblokiran rekening dan prosedur yang mendasarinya. (zu)