Sinergitas Perencanaan Pembangunan, Pemkab Kukar Gandeng Tujuh Kampus di Kaltim

Sinergitas Perencanaan Pembangunan, Pemkab Kukar Gandeng Tujuh Kampus di Kaltim
Penandatanganan MoU Bupati Kukar dengan perwakilan tujuh kampus di Kaltim. (Istimewa)

KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) kembali menggandeng tujuh perguruan tinggi (PT) di Kaltim. Hal tersebut berkaitan dengan sinergitas Tridharma PT dengan perencanaan pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Hal ini ditandai penandatanganan MoU oleh Bupati Kukar Edi Damansyah bersama para mitra perguruan tinggi, Senin (27/11/2022).

Ketujuh Perguruan Tinggi tersebut yakni Universitas Muhammadiyah Kaltim, Universitas Tujuh Belas Agustus 1945, UINSI Samarinda, STIH Awang Long Samarinda, STMIK Widya Cipta Dharma Samarinda, IKIP PGRI Kaltim, STIT Syamsul Ma’Arif Bontang.

Baca Juga  Pj Gubernur Kaltim Tegaskan Pemda Harus Alokasikan Anggaran Kesehatan Minimal 10 Persen

“Saya mengapresiasi atas kerja sama akademisi yang telah terbangun tersebut. Terutama dalam rangka perencanaan pembangunan daerah yang berkelanjutan di Kutai Kartanegara,” kata Edi.

Sementara itu Kasubag Fasilitasi Kerjasama Dalam Negeri Setkab Kukar Mirza Gulam Asvhani menyebutkan, nota kesepahaman tersebut berlaku dengan jangka waktu lima tahun. Serta dapat diperpanjang atas persetujuan dari kedua belah pihak.

“Kesepakatan bersama dengan perguruan tinggi di Kaltim berlaku sampai lima tahun dengan ruang lingkup penyelenggaraan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, pelatihan, kolabroasi, riset, kajian ilmiah, seminar dan lokakarya,” sebutnya.

Baca Juga  PIS Dapat Penghargaan BPOM, Masuk Sepuluh Besar Pasar Aman Nasional

Tujuan dari pelaksanaan kesepakatan bersama adalah mengoptimalkan sumber daya para pihak untuk bersinergi dan berkolaborasi dalam perencanaan pembangunan daerah. Melalui dunia pendidikan, penelitian dan pengembangan Ilmu pengetahuan, serta pengabdian masyarakat, berdasarkan kewenangan masing-masing pihak.

“Kesepakatan bersama ini juga diharapkan diperoleh adanya transfer ilmu pengetahuan dan teknologi, implementasi dari konsep ideal menjadi program nyata dalam pemecahan masalah daerah agar bermanfaat bagi kepentingan masyarakat, bangsa dan negara,” tutupnya. (zu)