KUKAR IDAMAN SEP 26

Tak Sekadar Lahan Produksi, KPT Karang Tunggal Disiapkan Jadi Pusat Inovasi

Tak Sekadar Lahan Produksi, KPT Karang Tunggal Disiapkan Jadi Pusat Inovasi
KPT Desa Karang Tunggal Kecamatan Tenggarong Seberang. (Dok. Disketapang Kukar)

KUTAI KARTANEGARA – Memiliki sarana dan prasarana pertanian belum cukup untuk menjadikan sebuah kawasan benar-benar produktif. Hal itu menjadi perhatian Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kutai Kartanegara dalam mendorong optimalisasi Kawasan Pertanian Terpadu (KPT) Karang Tunggal, Kecamatan Tenggarong Seberang.

Kawasan tersebut kini didorong agar tidak hanya menjadi tempat tersedianya fasilitas pertanian, tetapi juga aktif digunakan sebagai ruang belajar, percontohan, hingga pengembangan usaha masyarakat.

Upaya itu dikembangkan melalui Aksi Perubahan “Revitalisasi Kawasan Pertanian Terpadu Karang Tunggal sebagai Pusat Percontohan Lapangan dan Pembelajaran Pertanian Terpadu untuk Mendukung Ketahanan Pangan Kabupaten Kutai Kartanegara” atau KPT SMART.

Program tersebut digagas Kepala Bidang Ketersediaan dan Kerawanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Kukar, Evi Violindha.

Menurut Evi, salah satu hal yang perlu diperkuat di KPT Karang Tunggal adalah tata kelola. Tanpa pengelolaan yang jelas, keberadaan berbagai fasilitas di kawasan tersebut berpotensi tidak dimanfaatkan secara maksimal.

Baca Juga  Mobil MBG Tabrak Siswa SDN Kalibaru 01, 20 Korban Alami Luka-Luka

“Kita ingin KPT Karang Tunggal tidak hanya memiliki sarana dan prasarana, tetapi benar-benar hidup dan dimanfaatkan,” ujar Evi di KPT Karang Tunggal, Senin (14/9/2026). 

Karena itu, KPT SMART tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik. Penguatan dilakukan melalui penyusunan Profil KPT, Pedoman Tata Kelola, Standar Operasional Prosedur (SOP), Kalender Kegiatan, serta instrumen monitoring dan evaluasi.

Dokumen tersebut nantinya menjadi acuan bagi Pemerintah Desa Karang Tunggal dan pengelola kawasan dalam menentukan kegiatan, pembagian peran hingga evaluasi pemanfaatan KPT.

Fungsi kawasan juga mulai diarahkan pada kegiatan yang memungkinkan masyarakat belajar langsung. Salah satunya melalui pelatihan dan percontohan akuaponik yang menggabungkan budidaya ikan dan tanaman.

Model tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan pelatihan, tetapi dapat menjadi contoh yang bisa dipelajari dan dikembangkan oleh kelompok tani maupun masyarakat.

Baca Juga  Pemkab Kukar Permudah Akses Modal Nelayan dan Petambak Lewat Kredit Tanpa Bunga

“KPT SMART diharapkan menjadi tempat masyarakat dan kelompok tani dapat melihat contoh, belajar, berbagi pengalaman, dan mengembangkan praktik pertanian terpadu,” kata Evi.

Pengelolaan kawasan juga melibatkan berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Desa Karang Tunggal, pengelola KPT, penyuluh, kelompok tani, Kelompok Wanita Tani (KWT), masyarakat, perangkat daerah hingga pemangku kepentingan lainnya.

Dinas Ketahanan Pangan Kukar menempatkan diri sebagai pembina, fasilitator, koordinator dan pendamping. Adapun pengelolaan kawasan dilakukan Pemerintah Desa Karang Tunggal bersama pengelola KPT sesuai kewenangannya.

Dalam jangka panjang, KPT SMART diarahkan menggunakan konsep 5A, yakni Agroproduksi, Agroindustri, Agrobisnis, Agroteknologi dan Agrowisata. Konsep tersebut membuat fungsi KPT tidak berhenti pada kegiatan produksi. 

Kawasan diharapkan berkembang menjadi ruang yang mempertemukan produksi pertanian, teknologi, pembelajaran dan peluang ekonomi masyarakat. Namun, Evi menilai ukuran keberhasilan KPT SMART bukan sekadar banyaknya dokumen yang berhasil disusun.

Baca Juga  BGN Tutup 883 Dapur MBG dan Berhentikan 261 Pegawai

“Keberhasilan KPT SMART tidak hanya diukur dari tersusunnya dokumen tata kelola. Yang lebih penting adalah bagaimana pedoman dan SOP tersebut digunakan, kawasan semakin aktif, kolaborasi terus berjalan, dan manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat,” sebutnya. (fjr)