KUKAR IDAMAN SEP 26

DKP Kukar Siapkan Mitigasi Kekeringan untuk Pembudidaya Ikan

DKP Kukar Siapkan Mitigasi Kekeringan untuk Pembudidaya Ikan
Kolam budidaya ikan di Kecamatan Samboja. (Komparasinews/Habib Fajar)

KUTAI KARTANEGARA – Kekeringan akibat anomali iklim mulai mengganggu kegiatan pembenihan ikan di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Sejumlah unit pembenihan terpaksa menghentikan aktivitas sementara karena pasokan air untuk kolam budidaya berkurang.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kukar Muslik mengatakan, kondisi tersebut terutama berdampak pada pembenihan yang menggunakan kolam tanah dan bergantung pada ketersediaan air secara berkelanjutan.

“Untuk program budidaya, kondisi anomali iklim dan cuaca saat ini menjadi tantangan, terutama kegiatan pembenihan yang menggunakan kolam tanah. Ketika airnya mengering, tentu aktivitasnya ikut terkendala,” ujar Muslik di Tenggarong, Kamis (15/10/2026).

Baca Juga  Pendaftaran Beasiswa Kukar Idaman 2025 Dibuka, Pemkab Siapkan Anggaran Rp8 Miliar

Menurutnya, unit pembenihan yang jauh dari sumber air lebih rentan mengalami gangguan ketika musim kering berlangsung. Sebaliknya, lokasi yang berada di dekat Sungai Mahakam masih memiliki peluang untuk beroperasi karena dapat memanfaatkan air sungai.

Salah satu lokasi yang masih terbantu oleh ketersediaan sumber air adalah balai benih yang berada di dekat Sungai Mahakam. Untuk mengantisipasi dampak kekeringan, DKP Kukar mempertimbangkan pembangunan sumur bor dan penerapan sistem pompanisasi di lokasi budidaya yang mengalami keterbatasan air.

“Ke depan, mungkin bisa kita antisipasi melalui sumur bor atau pompanisasi. Ini menjadi salah satu upaya mitigasi agar ketersediaan air tetap terjaga, terutama ketika menghadapi kondisi cuaca seperti sekarang,” tuturnya.

Baca Juga  Satpol PP Kukar Musnahkan 1.191 Botol Miras Hasil Penertiban Trantibum

Muslik menjelaskan, penerapan langkah mitigasi perlu disesuaikan dengan kondisi setiap lokasi. Tidak semua kolam memiliki akses yang sama terhadap sumber air sehingga penanganannya perlu mempertimbangkan kebutuhan dan kondisi lapangan.

Meski demikian, ia mengakui penghentian sementara kegiatan pembenihan masih sulit dihindari pada lokasi yang mengalami kekurangan air dan tidak memiliki sumber pasokan alternatif.

Pihaknya akan terus mencermati perkembangan cuaca serta dampaknya terhadap kegiatan perikanan budidaya. Upaya mitigasi diharapkan dapat menjaga ketersediaan air dan mengurangi gangguan produksi pembenihan ikan di Kukar. (fjr/adv)