KUKAR IDAMAN SEP 26

Tiga Pekerja Tewas Tertimbun Longsor di Proyek RDMP, Polres PPU Lakukan Penyelidikan

Foto : 3 orang pekerja yang meninggal akibat kecelakaan kerja tengah diselidiki Polres PPU. (Istimewa)

PENAJAM – Kecelakaan kerja terjadi terhadap tiga orang pekerja yang berakibat meninggal dunia saat proses penggalian manual di area proyek RDMP, Desa Girimukti, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara, pada Selasa (28/10).

Polres Penajam Paser Utara saat ini tengah melakukan penyelidikan. Peristiwa bermula ketika pekerjaan galian yang sebelumnya menggunakan alat berat dialihkan menjadi pekerjaan manual karena terdapat pipa jaringan yang menghalangi proses ekskavasi.

Tujuh pekerja turun ke dalam galian sedalam kurang lebih 2,5 hingga 3 meter secara bergantian. Tidak lama kemudian, dinding tanah mengalami ambles dan menimbun tiga pekerja yang masih berada di dalam.

Adapun korban meninggal dunia masing-masing bernama Tri Mulyono, Wendi Atnan Biu, dan Hadi Martani. Ketiganya dinyatakan meninggal dunia setelah berhasil dievakuasi. Sementara satu pekerja lainnya, Tri Mujianto (mandor), mengalami luka ringan karena ikut tertimpa material longsor susulan.

Baca Juga  Disbudpar PPU Dorong UMKM Tumbuh di Lokasi Wisata, Warga Rasakan Manfaat Ekonomi

Kapolres Penajam Paser Utara AKBP Andreas Alek Danantara melalui Kasat Reskrim Polres PPU AKP Dian Kusnawan menyampaikan bahwa pihaknya telah mengambil langkah awal penyelidikan dan memintai keterangan sejumlah saksi.

“Kami telah mengamankan keterangan awal di lokasi dan melakukan pendalaman terhadap kronologi kejadian. Saat ini kami menunggu akses resmi dari pihak perusahaan untuk pemeriksaan langsung ke titik galian karena masih terdapat proses investigasi internal,” ujarnya.

Lebih lanjut, AKP Dian Kusnawan menegaskan bahwa aspek keselamatan kerja tetap menjadi perhatian serius dalam proses hukum.

Baca Juga  Raker KONI Kaltim Berakhir Adu Jotos, Pengurus Saling Lapor Polisi

“Apabila dalam penyelidikan ditemukan adanya dugaan kelalaian, baik dari sisi penerapan K3 maupun SOP pengawasan pekerjaan, maka perkara ini dapat ditingkatkan ke tahap penyidikan,” tegasnya.

Jenazah para korban telah diserahkan kepada pihak keluarga. Dua korban merupakan pekerja luar daerah Kabupaten PPU, sedangkan satu korban berasal dari pekerja lokal dan akan dipulangkan ke kampung halaman pada malam ini. Sementara korban selamat masih menjalani perawatan medis di RSUD Ratu Aji Putri Botung.

Polres PPU juga mengimbau kepada seluruh perusahaan yang beroperasi di sektor konstruksi dan energi untuk memperketat standar keselamatan kerja, terutama pada area galian dan tanah labil.

Baca Juga  151 Jiwa Terpaksa Mengungsi Imbas Kebakaran di Kelurahan Melayu Tenggarong

“Pencegahan kecelakaan dapat dilakukan apabila SOP dilaksanakan secara maksimal dan pengawasan lapangan berjalan optimal,” tutupnya. (*/Zu)