Tragedi Memilukan di Samarinda, Dua Balita Tewas di Tangan Ayah Kandung

Foto: Petugas polisi memasang garis pengamanan di TKP. (Istimewa)

SAMARINDA – Dua balita tewas di tangan ayah kandungnya sendiri, peristiwa ini terungkap di Kota Samarinda, pada Jumat (25/7) sore karena kecurigaan warga sekitar.

Ada suara-suara janggal saat waktu Ashar selesai. Suasana sore hari yang normal seperti biasanya menjadi tegang saat sejumlah warga pulang dari ibadah mendengar ada tangisan keras dari rumah W (24) di Jalan Rimbawan 1, Gang Bakhrie 1, RT 33, Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Sungai Kunjang,

Suara tangisan balita itu tak lama kemudian disusul oleh teriakan histeris yang lebih keras, cukup untuk menimbulkan keresahan dan tanda tanya besar di benak para tetangga.

Baca Juga  Biadab! Pria di Samarinda Diduga Cabuli Bayinya yang Masih 15 Bulan

Rasa curiga mendorong warga untuk tidak tinggal diam. Mereka memberanikan diri mendekati sumber suara untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi. Keputusan inilah yang membawa mereka pada sebuah pemandangan mengerikan.

Saat memeriksa ke dalam rumah, warga menemukan dua anak laki-laki yang masih sangat kecil, berusia lima dan dua tahun, telah terbujur kaku tak bernyawa.

Di dalam rumah yang sama, mereka juga mendapati seorang perempuan lanjut usia, yang merupakan nenek buyut dari pelaku, dalam kondisi lemah dengan luka lebam di sekujur tubuhnya, menandakan adanya tindak kekerasan lain.

Baca Juga  1.349 Napi dan Anak Binaan di Tenggarong Dapat Remisi HUT Ke-79 Kemerdekaan RI

Penemuan ini seketika menggemparkan suasana kebatinan warga. Pihak kepolisian pun langsung dihubungi, tak berselang lama tim Inafis Polresta Samarinda bersama unit reskrim dari Polsek Sungai Kunjang tiba di lokasi.

Kapolsek Sungai Kunjang, AKP Yohanes Bonar Adiguna, mengonfirmasi bahwa pelaku, yang merupakan ayah kandung korban, telah diamankan. Namun, kondisi kejiwaan W yang masih sangat labil membuatnya belum bisa dimintai keterangan secara mendalam.

Dugaan awal polisi mengarah pada kemungkinan pelaku berada di bawah pengaruh zat terlarang.

Baca Juga  Kisah Pujiono, Anak Petani Karet yang Jadi Anggota DPRD Kukar

“Dugaan sementara, yang bersangkutan mungkin berada di bawah pengaruh obat-obatan. Namun itu masih akan kami pastikan melalui pemeriksaan medis,”sebut Yohanes. (Zu)