Universitas Balikpapan Dorong Generasi Muda Jadikan K3 sebagai Budaya, Bukan Sekadar Seremoni

Foto: Dosen Fakultas Vokasi K3 Universitas Balikpapan Komeyni Rusba. (ist)

BALIKPAPAN – Peringatan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional di Universitas Balikpapan (Uniba) tahun ini diarahkan pada penguatan budaya keselamatan di kalangan mahasiswa dan pelajar.

‎Fakultas Vokasi Program Studi D-IV K3 menegaskan bahwa pemahaman K3 tidak boleh berhenti pada teori atau seremoni tahunan, tetapi harus menjadi kebiasaan dalam setiap aktivitas belajar maupun bekerja.

‎Penekanan itu mengemuka dalam upacara peringatan Bulan K3 Nasional yang digelar di halaman kampus, dipimpin Ketua Dewan Pembina Yapenti DWK, Rendi Susiswo Ismail dan dihadiri jajaran pimpinan kampus, dosen, mahasiswa, serta perwakilan dunia usaha dan industri.

Baca Juga  Lindungi Kepentingan Masyarakat, DPR Minta Jangan Ada Privatisasi Pariwisata

‎Dalam amanatnya, Rendi menegaskan bahwa penerapan K3 merupakan fondasi keberlanjutan industri dan keselamatan manusia.

‎“K3 itu budaya hidup. Ia tidak boleh hanya dihafal, tetapi harus dijalani dengan disiplin dan integritas,” ujarnya menekankan pentingnya kesiapan calon ahli K3 menghadapi tantangan kerja modern.

‎Usai upacara, peringatan dilanjutkan penekanan sirene, pemotongan tumpeng, serta pembukaan berbagai stan edukasi.

‎Pengunjung juga disuguhkan simulasi penanggulangan kebakaran, peragaan alat pelindung diri (APD), dan demonstrasi keselamatan di sektor darurat, tambang, konstruksi, hingga lingkungan.

Baca Juga  Wali Kota Harap MTQH Ke-45 Samarinda Jadi Motivasi Berprestasi di Tingkat Provinsi

‎Dosen Fakultas Vokasi Komeyni Rusba menyebut rangkaian kegiatan ini dirancang untuk memberi pengalaman langsung bagi mahasiswa.

‎“Belajar K3 harus turun ke lapangan. Praktik seperti ini membentuk karakter disiplin dan kepemimpinan keselamatan yang dibutuhkan industri,” katanya.

‎Melalui peringatan Bulan K3 Nasional, Prodi D-IV K3 Uniba berharap generasi muda semakin memahami bahwa budaya keselamatan bukan hanya bagian dari dunia kerja, tetapi juga gaya hidup yang melindungi diri dan orang lain dalam keseharian. (Fjr)