Wali Kota Samarinda Pastikan Pembangunan Tak Lagi Lewat Pendekatan Proyek, tetapi…

Wali Kota Samarinda Pastikan Pembangunan Tak Lagi Lewat Pendekatan Proyek, tetapi…
Wali Kota Andi Harun (kanan) saat menyerahkan bantuan Pro Bebaya. (Diskominfo Kaltim)

SAMARINDA – Wali Kota Andi Harun memastikan pembangunan di Samarinda tidak lagi melalui pendekatan proyek. Tetapi menggunakan pendekatan aspirasi.

Hal ini disampaikan saat program penyaluran dana tahap 2 Pro Bebaya melalui paket sembako untuk 1.778 penerima manfaat yang berada di enam kelurahan wilayah Samarinda Seberang, Selasa (23/8/2022).

Andi Harun dalam arahannya menjelaskan kalau pembangunan di Kota Tepian saat ini tidak lagi menempatkan masyarakat sebagai objek melainkan subjek penerima. Sekarang menurut dia paradigma untuk melibatkan warga dalam pembangunan harus bersifat partisipatif.

“Jadi Pro Bebaya ini kami siapkan dengan melibatkan camat Lurah, RT di mana perencanaannya dimulai dari bawah. Sehingga masyarakat yang membutuhkan harus segera direspon oleh RT lalu disampaikan ke kelurahan,” kata Wali Kota.

Sehingga, jelas dia, dengan hadirnya program unggulan Pemkot ini, Pemerintah sekarang tidak boleh lagi terjebak manajemen salah garuk. Maka jika rakyat butuhnya perbaikan lingkungan, jadi itulah yang harus didahulukan untuk kebutuhan warga.

Baca Juga  Komisi III DPRD Kaltim Akan Tinjau Wilayah Longsor di Desa Batuah

“Sehingga tidak boleh lagi pemerintah menjadi informasi maha benar, melainkan aspirasi dari warga itulah yang benar dan tidak boleh lagi dalam pendekatan pembangunan melalui proyek, tapi sesuai keinginan warga,” sebut Andi Harun.

Dia menyadari sejak digulirkannya Pro Bebaya, kegiatan Musrenbang di tingkat Kelurahan lebih berlangsung kondusif dalam mengusulkan pembangunan. Karena lewat Pro Bebaya, RT sudah punya perencanaan terbaik yang diusulkan warga untuk perbaikan lingkungan. Begitu pun dengan dananya juga langsung tersedia adil dan merata disetiap RT.

“Sehingga saya berani memastikan kalau seluruh RT akan mendapatkan kue pembangunan yang merata dan berkeadilan. Saya mohon anggaran ini juga bisa digunakan untuk mengurangi orang miskin di lingkungan RT,” ungkap orang nomor satu di Kota Tepian.

Baca Juga  Promosikan Hidup Sehat, Pemkab Kukar Gelar Festival Sepak Bola Usia Dini

“Walaupun tahun ini kita hanya mampu menyediakan Rp 100 juta per RT karena keterbatasan anggaran tapi insya Allah tahun depan akan kami tingkatkan secara bertahap,” sambungnya.

Pelaksana tugas Camat Samarinda Seberang Dili Satria Handoko mengatakan jika Pro Bebaya di wilayahnya sangat besar manfaatnya untuk masyarakat. Dia merincikan, dari anggaran Rp10 Miliar lebih yang teranggarkan di setiap RT yang berada di enam Kelurahan tadi, per tanggal 22 Agustus kemarin dana yang sudah terealisasi berkisar Rp5 miliar atau sebesar 50,9 persen.

“Dan hari ini telah kami realisasikan tahap keduanya melalui penyerahan mesin potong rumput, peralatan olahraga, seragam sekolah, perlengkapan habsi, mesih pompa air portabel, sembako kepada keluarga kurang mampu juga penyerahan gerobak sampah,” tuturnya.

Baca Juga  Realisasikan Program PTSL, Pemkab Kukar Bagikan 175 Sertifikat Tanah Ke Warga Loa Kulu

Satria menambahkan, kehadiran Pro Bebaya saat ini dianggap bisa menyelesaikan permasalahan dilingkungan masyarakat, baik itu berupa program sarana dan prasana infrastruktur sampai pemberdayaan masyarakat. Semua itu lanjut dia diawali dengan berembuk bersama RT lalu diusulkan ke Kelurahan hingga akhirnya bisa terealisasi. (xl)