Wawali Samarinda Ingatkan MTQ Tidak Boleh Dipandang Sekadar Agenda Rutin Tahunan

Wawali Samarinda Ingatkan MTQ Tidak Boleh Dipandang Sekadar Agenda Rutin Tahunan
Wawali saat membuka MTQ ke-15 tingkat Kecamatan Samarinda Kota resmi dibuka, Jumat (3/4/2026) pagi. (Foto: Chaidir/Dokpim)

SAMARINDA – Wakil Wali Kota (Wawali) Samarinda Saefuddin Zuhri mengingatkan supaya Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tidak boleh dipandang sekadar agenda rutin tahunan. Hal itu disampaikannya saat membuka MTQ ke-15 tingkat Kecamatan Samarinda Kota resmi dibuka, Jumat (3/4/2026) pagi.

Ajang tahunan ini diikuti 93 qari dan qariah dari lima kelurahan, sekaligus menjadi momentum penguatan pembinaan Al-Qur’an sejak tingkat dasar. Pembukaan dilakukan di Aula SDN 007 Jalan Aminah Syukur, dengan tahun ini Kelurahan Karang Mumus dipercaya sebagai tuan rumah.

Sebanyak lima kelurahan ambil bagian, yakni Bugis (20 peserta), Karang Mumus (18), Pelabuhan (19), Pasar Pagi (17), dan Sungai Pinang Luar (19). MTQ dijadwalkan berlangsung 3–5 April 2026 sebagai ajang penjaringan peserta terbaik menuju MTQ tingkat kota.

Baca Juga  Dinas Perdagangan Samarinda Siapkan 20 Titik Jadi Lokasi Pasar Murah

Dalam sambutannya, Saefuddin menegaskan MTQ tidak boleh dipandang sekadar agenda rutin tahunan. Menurutnya, esensi utama kegiatan ini adalah menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

“MTQ bukan sekadar mencari juara. Yang paling penting adalah bagaimana Al-Qur’an bisa hadir dan hidup dalam hati kita,” tegasnya.

Saefuddin menambahkan, ketika nilai-nilai Al-Qur’an telah tertanam, maka akan memperkuat hubungan umat dengan Rasulullah SAW, yang menerima wahyu pertama dengan perintah membaca. Lebih jauh dia mendorong agar MTQ menjadi bagian dari pembinaan berkelanjutan, bukan hanya persiapan menjelang lomba.

Baca Juga  Tingkatkan Kenyamanan Pasar Pagi, Pemkot Samarinda Bakal Bangun Akses Jalan Lorong 

“Ini adalah proses pembinaan dari tingkat dasar. Harus terus hidup di rumah, musala, dan masjid,” sebutnya.

Saefuddin juga mengingatkan peserta untuk tetap rendah hati saat meraih prestasi. Sementara itu, dewan juri diminta menjunjung tinggi kejujuran dan profesionalisme dalam penilaian.

Sebagai bentuk dukungan, Pemkot Samarinda menyiapkan apresiasi bagi juara umum. Juara pertama akan mendapat Rp5 juta, kedua Rp3 juta, dan ketiga Rp2 juta.

Baca Juga  KPU Tetapkan Rudy-Seno sebagai Cagub dan Cawagub Kaltim Terpilih 2024-2029

“Ini bentuk motivasi agar generasi muda semakin semangat membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an,” tandasnya. (xl)