
SAMARINDA – Sekretaris Komisi IV DPRD Samarinda Deni Anwar Hakim menyebutkan dalam APBD 2023 ini sebanyak Rp16,5 miliar anggaran yang dikhususkan untuk program bantuan sosial (bansos). Sebagai upaya menekan inflasi yang terjadi di Kota Tepian.
“Karena angka kemiskinan di Samarinda terbilang tinggi, maka ada anggaran bansos itu disediakan. Mungkin sudah disalurkan ke masyarakat,” kata Deni.
Bahkan, lanjutnya, driver ojek online juga masuk dalam penerima bansos itu. Begitu juga bantuan bagi pelaku usaha melalui kredit usaha rakyat sebagai upaya meningkatkan pemberdayaan ekonomi sehingga kesejahteraannya meningkat.
Dia mengakui resesi dunia termasuk perang antara Ukraina dan Rusia menjadi ancaman perekonomi dunia, yang juga berimbas ke Indoensia juga berimbas. Dengan inflasi yang terbilang masih tinggi, Pemkot Samarinda didorong melakukan antisipasi dan langkah strategis dalam menghadapinya.
“Kami berharap juga ada bansos dari pemerintah pusat ke daerah supaya bisa terasa dampaknya,” tutur Deni.
Adapun penyaluran bansos tersebut diserahkan sesuai sasarannya. Begitu juga penerima bansos memanfaatkan bantuan tersebut untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Memang ada penerima bansos yang tidak tepat menggunakan bantuan itu untuk memenuhi kebutuhan pangannya, tetapi membelanjakan barang yang tidak sesuai kebutuhannya,” tutupnya. (zu)












