Terus Digodok, Laila Fatihah Sosialisasikan Raperda UMKM

Anggota DPRD Samarinda Laila Fatihah menggelar Sosper. (Istimewa)

SAMARINDA – Rancangan Perda (Raperda) tentang Perlindungan dan Pendistribusian Produk Lokal UMKM Ke Pasar Modern terus digodok Panitia Khusus (Pansus) II DPRD Samarinda. Sebagai bentuk penyebarluasan ke masyarakat anggota Pansus II, Laila Fatihah melakukan sosialisasi Perda di Jalan Adi Sucipto Gang Sopongiro, RT02 Kelurahan Rawa Makmur, Kecamatan Palaran, Samarinda.

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua RT 02, segenap masyarakat dan pelaku UMKM di Kelurahan Rawa makmur. Audiens sangat antusias untuk mendengar dan mencari tahu tentang peraturan yang akan melindungi pelaku UMKM dan pendistribusian produk yang lebih luas.

Laila menyampaikan, sosialisasi Raperda ini bertujuan memperkenalkan suatu produk hukum atau payung hukum agar pelaku UMKM dapat terlindungi ketika memasukan usaha-usaha mereka ke pasar modern.

Baca Juga  Perda Ketahanan Keluarga Diharapkan Bisa Kurangi Angka KDRT Samarinda

“Bahwa dengan adanya ini mereka tahu nanti, akan ada UU untuk melindungi mereka. Yang artinya mereka yang memiliki usaha ini bisa diberikan suatu wadah dan memiliki payung hukum untuk bisa menyalurkan produk-produk UMKM itu,” ungkapnya.

Dirinya menyadari sejauh ini belum maksimalnya edukasi yang diberikan oleh Dinas Koperasi dan UKM terkait status layak sehat terhadap masyarakat pelaku UMKM. Hal tersebut, membuat masyarakat bingung untuk mengelola, atau mengembangkan produk-produk yang bisa menjadi ciri khas Kota Samarinda.

Selanjutnya, dirinya juga menyoroti Program Bertuah yaitu sistem peminjaman modal yang diberikan Pemerintah Kota Samarinda bagi para pelaku UMKM. Bagi Laila, keluhan-keluhan masyarakat masih banyak mengenai program tersebut.

Baca Juga  Wali Kota Andi Harun Harapkan Brand Kopi Samarinda Bisa Go Nasional

“Sebenarnya, sosialisasinya yang belum terlalu meluas menurut saya. Jadi informasinya hanya melalui kami saja. Kemudian kami kadang-kadang membawa dari Bank Kaltim nya, untuk menyampaikan kepada masyarakat langsung,” jelasnya.

Politisi PPP ini mengatakan akan membuat “Pojok UMKM”, dengan artian untuk memasukan produk UMKM agar dijadikan suatu hidangan ketika Pemerintah Kota atau DPRD Samarinda menerima tamu dari luar daerah Samarinda.

“Nanti saya coba untuk menginisiasikan di DPRD dan di DPRD Samarinda itu harus ada Pojok UMKM, di mana kita sering menerima kunjungan tamu dari luar, sehingga kita bisa melihatkan atau memperkenalkan produk-produk unggulan dari kota Samarinda,” tutupnya. (zu)