KUTAI KARTANEGARA – DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memanggil pihak PT Multi Harapan Utama (MHU) dan PT Anugerah Bara Kaltim (ABK Group) dalam agenda rapat dengar pendapat (RDP) pada Senin (29/7/2024) di ruang Komisi III.
Kedua perusahaan yang berlokasi di Desa Purwajaya, Kecamatan Loa Janan dipanggil untuk membahas program kerjanya untuk membangun Kukar yang bekerjasama dengan pihak pemerintah desa atau Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
“Mereka punya peranan penting membangun Kabupaten Kukar dengan program-program kemasyarakatannya,” kata Anggota DPRD Kukar, Ahmad Yani yang memmipin RDP.
Yani menyebut, hal ini penting dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan dan memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian warga sekitar.
“Kerja sama ini juga bisa menambah potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kukar,” sebutnya.
Politisi PDI-Perjuangan ini juga menyinggung bahwa di Desa Purwajaya adalah contoh wilayah yang bersih dari praktik tambang ilegal dan berharap langkah ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain.
Sementara itu, Manajer PT. ABK, Agung Hasanudin menyatakan pihaknya telah melakukan kerja sama dengan semua perusahaan yang ada di Kecamatan Loa Janan untuk memberdayakan UMKM.
Saat ini, mereka sedang membangun UMKM center senilai Rp3,5 miliar yang sudah mencapai 80% dan akan launching pada 17 Agustus. Program ini menjadi wadah lapak-lapak untuk UMKM binaan di delapan desa, khususnya tempat-tempat wisata lokal.
“Harapan kami dengan adanya UMKM center ini nantinya bisa menjadi pusat khas oleh-oleh di Loa Janan,” tutupnya. (adv/zu)












