Terima Gelar Kehormatan “Amai”, Rudy Mas’ud Dapat Dukungan Masyarakat Pampang

Terima Gelar Kehormatan "Amai", Rudy Mas'ud Dapat Dukungan Masyarakat Pampang
Rudy Mas'ud diarak dengan Alut Adang atau perahu terbang oleh pemuda Dayak. (Ist)

SAMARINDA – Calon Gubernur (Gagub) Kaltim nomor urut 2 Rudy Mas’ud, menerima gelar kehormatan “AMAI” dari para tokoh adat Dayak Kampung Pampang, Samarinda.

“Saya ucapkan banyak terima kasih atas penyambutan yang luar biasa. Walaupun di Samarinda tidak ada desa, tetapi di sini terkenal dengan nama Desa Pampang. Saya melihat ada budaya kita, terutama perempuan Dayak dengan telinga panjang, yang memiliki filosofi makin panjang makin cantik,” ungkap Rudy Mas’ud, Sabtu (19/10/2024).

Dia juga mengedepankan pentingnya menjaga dan melestarikan adat budaya sesuai dengan Pasal 32 Undang-undang Dasar 1945. Dalam hal ini masyarakat wajib menjaga dan melestarikan adat budaya setempat serta memajukan nilai-nilai budaya yang dilindungi oleh undang-undang Dasar 1945.

Rudy juga mengemukakan pentingnya pendidikan dalam memajukan Kaltim. Menurutnya, hal yang mampu memutuskan rantai kemiskinan dan kebodohan ini adalah pendidikan.

Baca Juga  Revisi Perda Miras Samarinda Masih Perlu Banyak Masukan Distributor

“Hidup ini perlu ilmu, baik untuk mencari dunia maupun akhirat. Maka konsep pertama yang kita letakkan adalah membangun sumber daya manusia,” ujarnya.

Rudy juga mengingatkan bahwa sumber daya alam akan habis. Sehingga penting untuk mengandalkan ekonomi biru dan ekonomi hijau yang tidak akan pernah habis.

“Untuk mengeksploitasi ekonomi hijau dan ekonomi biru, perlu ilmu pengetahuan dan pendidikan. Anak-anak kita harus meng-upgrade skill, ilmu pengetahuan, dan karakter,” tambahnya.

Rudy Mas’ud berharap agar masyarakat Kaltim dapat hidup damai dan berdampingan, tanpa memandang suku atau agama.

“Kita perbaiki mental, pendidikan, skill, dan ilmu pengetahuan agar anak-anak kampung sini mampu bersaing dan mengisi posisi penting di Kaltim sebagai Ibu Kota Nusantara (IKN),” beber Rudy Mas’ud.

Selain gelar kehormatan, Rudy Mas’ud juga diberikan sejumlah atribut adat, seperti topi beluko, Mandau tulang, baju sampai, dan kalung uleng. Masing-masing atribut memiliki makna simbolis yang mendalam.

Baca Juga  Pemprov Kaltim Bakal Tinjau Kembali Kontrak Pengelolaan Terminal Peti Kemas Kariangau

Topi beluko melambangkan perlindungan dari hal-hal buruk, Mandau tulang melambangkan hubungan erat antara masyarakat dan pemerintah. Lalu baju sapai dan kalung uleng menjadi simbol perlindungan dan ikatan persatuan.

Rudy Mas’ud yang datang bersama sang istri, diarak dengan Alut Adang alias perahu terbang. Kemudian diangkat oleh para pemuda Dayak dan diarak menuju Lamin Adat, tempat kampanye berlangsung. Momen yang jarang bisa disaksikan pada hari biasa.

Masyarakat ada Kampung Pampang bersatu penuh untuk mendukung calon gubernur Kaltim nomor urut 2, Rudy Mas’ud. Dukungan ini disampaikan oleh Panglima Besar Laskar Mandau Adat Kalimantan Timur (LMAKB), Rudolf, yang mewakili tokoh Dayak Kampung Pampang.

Rudolf menyampaikan, bahwa Rudy Mas’ud dianggap sebagai tokoh yang cerdas dan berkualitas untuk memimpin Kaltim.

Baca Juga  DKP Kaltim Berdayakan UMKM Lokal dalam Gencarkan Program Gemarikan

“Beliau (Rudy) pantas menjadi gubernur Kaltim. Tokoh masyarakat adat dan masyarakat Dayak mendukung penuh program Rudy-Seno,” kata Rudolf.

Menurutnya, masyarakat Pampang menginginkan seorang gubernur yang bisa hadir dan mendengarkan aspirasi mereka.

“Dengan kehadiran calon gubernur Rudy Mas’ud, mereka berharap anak-anak mereka bisa mendapatkan pendidikan gratis dan masa depan yang lebih baik,” pungkasnya. (nta)