KUKAR IDAMAN SEP 26

Pimpin Gerakan Tanam Jagung, Pj Gubernur: Kaltim Punya Potensi Besar yang Belum Digali

Pimpin Gerakan Tanam Jagung, Pj Gubernur Sebut Kaltim Punya Potensi Besar yang Belum Digali
Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik memimpin Gerakan Tanam Jagung Mendukung Ketahanan Pangan Melalui Kerja Sama Kemitraan di areal tanam jagung perdana lokasi eks tambang wilayah Koramil 0905/05 Tanah Merah, Samarinda Utara, Sabtu (30/11/2024). (Foto: Ahmad Riyandi/Humas Pemprov Kaltim)

SAMARINDA – Penjabat (Pj) Gubernur Kaltim Akmal Malik memimpin Gerakan Tanam Jagung Mendukung Ketahanan Pangan Melalui Kerja Sama Kemitraan di areal tanam jagung perdana lokasi eks tambang wilayah Koramil 0905/05 Tanah Merah, Samarinda Utara, Sabtu (30/11/2024).

Dalam kegiatan ini, Akmal menyebut Kaltim memiliki potensi yang luar biasa. Namun sayang, potensi besar itu belum tergali, terkelola dan termanfaatkan dengan baik.

“Saya baru saja ikut lomba lari Mahakam 5K Korpri Run di Kantor Gubernur. Peserta larinya banyak. Tapi lebih banyak lagi yang lari dari kenyataan,” kelakar Akmal.

Baca Juga  Tujuh Titik Panas Mulai Terpantau, BPBD Kukar Siaga Hadapi El Nino 

Yang dimaksud lari dari kenyataan yaitu potensi besar Kaltim itu bahkan tak dilirik oleh banyak orang di Kaltim.

“Potensi pertanian Kaltim itu sangat-sangat besar, tapi nyatanya tidak banyak yang berminat. Tidak ada yang mau melihat ini sebagai sebuah kenyataan,” ungkapnya.

Misalnya dalam pemanfaatan lahan eks tambang, Akmla mengatakan masyarakat Kaltim bisa menanam rumput odot untuk pakan ternak. Menanam jeruk nipis juga prospektif, lantaran banyak suku Banjar dan Bugis di Kaltim, rata-rata sangat bergantung dengan jeruk nipis saat mereka makan. Selain itu masih banyak lagi usaha yang lainnya.

Baca Juga  Laila Fatihah Dorong Bapenda Samarinda Maksimalkan PAD dari Sarang Walet

Akmal melihat permintaan atas komoditas tersebut di Kaltim sangat tinggi. Sayangnya suplainya tidak mencukupi. “Kalau sudah begini, sayur dan buah masih akan terus kita datangkan dari seberang,” ucap Akmal.

Jika Kaltim masih melakukan pendekatan biasa-biasa saja, jelas Akmal, maka hasilnya akan biasa-biasa saja. Maka Kaltim harus mengambil pendekatan yang tidak biasa-biasa saja. Salah satunya dengan membangun budaya menanam dan enterpreneurship (kewirausahaan) di kalangan pelajar.

“Makanya, acara-acara seperti ini nanti juga undang Dinas Pendidikan, libatkan pelajar. Kita bangun budaya menanam sejak dini. Saya ingin lakukan yang tidak biasa-biasa saja. Pendekatan ke sekolah-sekolah. Selanjutnya, carikan model menanam yang disukai anak-anak muda,” terang Akmal. (xl/advdiskominfokaltim)