KUTAI KARTANEGARA – Pelaksanaan Pasar Ramadan 2026 di Tangga Arung Square kembali dipusatkan di satu titik. Pemerintah Kecamatan Tenggarong mencatat 105 pedagang berada di bawah koordinasinya selama bulan puasa.
Camat Tenggarong Syukur Eko mengatakan para pedagang menyediakan aneka menu berbuka, mulai takjil hingga makanan berat.
“Dengan dipusatkan, arus lalu lintas bisa lebih terkendali dan masyarakat lebih mudah mencari kebutuhan berbuka di satu lokasi,” katanya.
Menurut Eko, kondisi lalu lintas pada Ramadan cenderung padat. Dengan dipusatkan di satu kawasan, warga dapat berbelanja lebih mudah sekaligus menekan potensi kemacetan.
“Dahulu pedagang tersebar dan memicu kepadatan. Sekarang arusnya lebih terkontrol,” ujarnya singkat.
Meski kecamatan memegang data 105 pedagang, total lapak di kawasan tersebut mencapai sekitar 150 karena sebagian pedagang mendaftar langsung melalui pengelola area. Data kedua pihak saat ini masih disinkronkan.
Kasi Trantib Kecamatan Tenggarong Aji Sultan menambahkan, biaya sewa lapak bagi pedagang di bawah kecamatan ditetapkan Rp1,2 juta. Kebijakan ini diklaim sudah melalui pembahasan internal dan disepakati bersama.
“Berdasarkan hasil rapat terakhir, disepakati biaya sewa Rp1,2 juta per lapak untuk 105 pedagang yang terdata di kecamatan,” tegasnya.
Pemerintah kecamatan menilai Tangga Arung Square masih menjadi lokasi paling efektif untuk Pasar Ramadan karena area parkir lebih tertata dan perputaran ekonomi lebih terarah. (fjr)












