KUKAR IDAMAN SEP 26

Kebakaran Besar di Pasar Segiri, 44 Bangunan Hangus

Foto : Api berkobar melahap bangunan di Pasar Segiri, Samarinda. (Relawan)

SAMARINDA – Kebakaran hebat melanda kawasan pertokoan di sekitar Jalan Pahlawan, Pasar Segiri, Kelurahan Dadimulya, Kecamatan Samarinda Ulu, Kamis (26/3/2026) dini hari. Sedikitnya 44 bangunan dilaporkan hangus dalam peristiwa tersebut.

Api mulai berkobar sekitar pukul 04.20 Wita dan baru berhasil dikendalikan dua jam kemudian, sekitar pukul 06.20 Wita.

Ketua Relawan Taruna Samarinda (ITS)-TRC, Joko Iswanto, mengatakan berdasarkan pendataan di lapangan, bangunan yang terbakar terdiri dari 20 petak kios dan 24 ruko. Selain itu, lima bangunan lainnya turut terdampak akibat cepatnya penyebaran api di kawasan padat pertokoan.

Baca Juga  Menteri Pariwisata Tekankan Pelestarian Budaya, Erau Adat Kutai 2025 Jadi Simbol Identitas Bangsa

“Api cepat membesar karena lokasi yang padat,” ujarnya.

Sebanyak 6 kepala keluarga (KK) atau 24 jiwa tercatat sebagai penghuni bangunan yang terbakar.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, tiga warga mengalami luka ringan dan telah mendapat penanganan di lokasi.

Dari informasi awal, kebakaran diduga dipicu arus pendek listrik. Meski demikian, penyebab pasti masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.

Proses pemadaman berlangsung cukup sulit. Petugas menghadapi kendala minimnya sumber air serta akses menuju lokasi yang sempit dan dipenuhi lapak pedagang.

Baca Juga  NIK Bakal Terintegrasi NPWP, Wajib Pajak Kaltim Diminta Validasi Akun

“Hal ini sempat menyulitkan mobilisasi armada pemadam,” kata Joko.

Untuk menjinakkan api, dikerahkan sedikitnya 27 unit mobil tangki pemadam dari Disdamkar Samarinda dan PMK swasta, serta 40 mesin portable milik relawan.

Penanganan kebakaran melibatkan berbagai unsur gabungan, mulai dari relawan, pemadam kebakaran, aparat kepolisian, hingga instansi pendukung lainnya.

Di antaranya Relawan Kota Samarinda, Disdamkar, Polresta Samarinda, PMI, BPBD, Dishub, Sat Brimob Polda Kaltim, PLN, hingga Tagana.

Hingga kini, proses pendataan kerugian dan penyelidikan penyebab kebakaran masih terus dilakukan oleh pihak berwenang. (zu)