KUKAR IDAMAN SEP 26

Sempat Dirawat di Lebanon, Praka Rico Pramudia Akhirnya Gugur Akibat Serangan Israel

Praka Rico Pramudia. (istimewa)

KEKEJAMAN Israel di Lebanon kembali menelan korban warga negara Indonesia (WNI). Adalah Praka Rico Pramudia, gugur di rumah sakit Beirut pada Jumat (24/4/2026) di usianya yang masih 31 tahun.

Diketahui, Praka Rico sebelumnya terluka akibat ledakan artileri Israel yang menghantam pos UNIFIL di Adchit Al Qusayr, 29 Maret 2026. Sehingga total sudah empat prajurit TNI yang gugur menjadi korban kebiadaban Israel.

Juru bicara (Jubir) Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Achmad Mulachela Jubir Kemlu mengatakan, Pemerintah RI menyampaikan duka cita yang mendalam atas gugurnya Praka Rico Pramudia. Kata dia, sejak insiden yang melukai Praka Rico tersebut, Pemerintah Indonesia berkoordinasi dengan Unifil, Pemerintah Lebanon, serta tim medis di Beirut, telah memastikan upaya medis yang optimal dan terbaik.

Baca Juga  Menko Airlangga Tegaskan Jasa Perjalanan Haji dan Umrah Tidak Kena PPN

“Berbagai langkah medis telah diupayakan, namun akibat kondisi luka yang cukup berat, nyawa almarhum tidak dapat diselamatkan. Pemerintah menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga yang ditinggalkan. Negara hadir untuk memberikan penghormatan yang setinggi-tingginya atas pengabdian dan pengorbanan almarhum bagi perdamaian dunia,” ujarnya.

“Pemerintah juga berkoordinasi dengan UNIFIL untuk memastikan repartiasi jenazah dilakukan dengan segera dan penuh penghormatan,” tambah Mulachela.

Kata dia, Indonesia kembali mengutuk serangan Israel yang menyebabkan gugurnya peackeeper Indonesia. Serangan terhadap pasukan perdamaian PBB, sebut Mulachela, merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang.

Baca Juga  Diskominfo Masuk Peringkat 4 Terbaik dalam Pengelolaan Kearsipan di Kukar

Pemerintah Indonesia juga kembali mendesak PBB untuk melakukan investigasi yang menyeluruh, transparan dan akuntabel, untuk mengungkapkan seluruh fakta dan memastikan pertanggungjawaban atas insiden ini.

“Pemerintah Indonesia juga berkoordinasi dengan PBB, serta seluruh negara-negara penyumbang pasukan perdamaian, untuk melakukan evaluasi atas keselamatan dan kemanan personel di lapangan, termasuk untuk memastikan hal yang serupa tidak terulang,” tegasnya.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) turut menyampaikan belasungkawa atas gugurnya Praka Rico Pramudia. Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PBB untuk Operasi Perdamaian Jean-Pierre Lacroix mengaku sangat bersedih ketika harus menyampaikan wafatnya seorang penjaga perdamaian yang penuh keberanian.

“Kopral Rico Pramudia dari Indonesia, yang mengalami luka kritis pada 29 Maret, telah meninggal dunia akibat luka-lukanya. Saya menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarganya, sahabat-sahabatnya, serta kepada Tentara Nasional Indonesia dan pemerintah Indonesia,” cuit Lacroix di platform media sosial X, Jumat. (xl)