IMPIAN Omar Abdulkadir Artan untuk mencatat sejarah di Piala Dunia 2026 harus berakhir sebelum peluit pertama dibunyikan. Wasit asal Somalia itu dipastikan gagal bertugas setelah ditolak masuk ke Amerika Serikat, salah satu tuan rumah turnamen.
Keputusan tersebut dikonfirmasi FIFA. Artan yang sebelumnya masuk dalam daftar 52 wasit pilihan untuk Piala Dunia 2026 tidak dapat mengikuti pelatihan maupun memimpin pertandingan karena terkendala masalah imigrasi.
“FIFA dapat mengonfirmasi bahwa ofisial pertandingan Omar Abdulkadir Artan tidak akan dapat mengikuti pelatihan dan memimpin pertandingan di Piala Dunia 2026 setelah ia ditolak masuk ke Amerika Serikat,” tulis FIFA dalam pernyataannya.
Artan tiba di Bandara Internasional Miami pada Sabtu waktu setempat. Namun, setelah menjalani pemeriksaan tambahan oleh petugas imigrasi, ia dinyatakan tidak memenuhi syarat untuk memasuki wilayah Amerika Serikat.
Otoritas Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan Amerika Serikat (CBP) menyebut keputusan tersebut diambil setelah proses verifikasi yang dilakukan terhadap sang wasit.
“Setelah pemeriksaan, wasit Piala Dunia FIFA tersebut dinyatakan tidak dapat diterima karena adanya kekhawatiran dalam proses verifikasi dan akhirnya ditolak masuk,” kata juru bicara CBP.
FIFA menegaskan tidak memiliki kewenangan untuk mengintervensi keputusan imigrasi negara tuan rumah. Urusan visa dan izin masuk sepenuhnya berada di bawah otoritas masing-masing negara.
Kasus ini menjadi sorotan karena Artan sejatinya berpeluang mencetak sejarah sebagai wasit pertama asal Somalia yang memimpin pertandingan di putaran final Piala Dunia.
Pria berusia 32 tahun itu merupakan salah satu pengadil lapangan paling berprestasi di Afrika. Sejak mengantongi lisensi FIFA pada 2018, ia telah memimpin berbagai pertandingan internasional, termasuk ajang Piala Afrika.
Pada 2025, Artan bahkan dinobatkan sebagai Wasit Putra Terbaik Afrika, sebuah pencapaian yang mengantarkannya masuk dalam daftar perangkat pertandingan Piala Dunia 2026.
Meski kecewa, Artan memilih menerima keadaan dan fokus melanjutkan kariernya.
“Saya tetap berpikir positif dan fokus pada tantangan berikutnya dalam karier perwasitan saya,” ujarnya.
Penolakan tersebut memicu kekecewaan di Somalia. Pemerintah Somalia menilai Artan layak mendapat kesempatan bertugas setelah melalui proses seleksi FIFA yang ketat dan menunjukkan prestasi di level internasional. (Zu)












