KUKAR IDAMAN SEP 26

Perkuat Gerakan Sekolah Sehat, Pemkot Samarinda Luncurkan Aplikasi UKS/M

Perkuat Gerakan Sekolah Sehat, Pemkot Samarinda Luncurkan Aplikasi UKS/M
Peluncuran Aplikasi UKS/M, Kamis (17/9/2026) pagi di Aula Gedung Cabang Penerbit Erlangga. (istimewa)

SAMARINDA – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) meluncurkan Aplikasi Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah (UKS/M), Kamis (17/9/2026) pagi di Aula Gedung Cabang Penerbit Erlangga. Sebagai bagian dari upaya memperkuat gerakan sekolah sehat sekaligus meningkatkan pembinaan UKS/M secara lebih terintegrasi.

Aplikasi UKS/M tersebut dihadirkan untuk memperkuat pengelolaan data, pemantauan, dan pelaporan program UKS/M di satuan pendidikan. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari penguatan kapasitas kepala sekolah dalam mewujudkan anak Indonesia yang sehat, cerdas, berkarakter, dan berprestasi.

Koordinator Tim Pembina UKS/M Kota Samarinda, Nova Saefuddin Zuhri, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman kepala sekolah terhadap pelaksanaan program UKS/M. Sekaligus memperkenalkan dan menyosialisasikan aplikasi UKS/M kepada satuan pendidikan.

Aplikasi tersebut diharapkan dapat mendorong pengelolaan data dan pelaporan UKS/M secara lebih tertib, terintegrasi, dan efektif. Selain itu, kehadiran aplikasi menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi antara Tim Pembina UKS/M, pemerintah daerah, sekolah, dan berbagai mitra terkait.

Baca Juga  Antisipasi Penyakit pada Hewan Kurban, Distanak Kukar Lakukan Pemeriksaan Kesehatan 

“Sekolah yang sehat bukan hanya sekolah yang memiliki UKS, tetapi sekolah yang mampu menciptakan budaya hidup sehat bagi seluruh warganya,” ujarnya.

Program tersebut melibatkan 171 satuan pendidikan dari berbagai jenjang, mulai dari TK, SD, SMP, SMA, MA hingga SMK, baik negeri maupun swasta. Dalam pengembangannya, Aplikasi UKS/M akan difokuskan pada aspek pendataan, pemantauan, pelaporan, serta pengelolaan program UKS/M secara lebih efektif dan terintegrasi.

Sementara itu, Saefuddin Zuhri menegaskan bahwa pendidikan dan kesehatan merupakan dua pilar penting dalam pembangunan sumber daya manusia. Menurutnya, anak-anak yang sehat secara fisik, mental, dan lingkungan akan memiliki kesiapan yang lebih baik dalam mengikuti proses pembelajaran serta berkembang secara optimal.

Baca Juga  ‎Kios Pasar Pagi Masih Banyak Kosong, DPRD Samarinda Soroti Pedagang Pegang Banyak Lapak

“UKS/M memiliki posisi yang sangat strategis. Jangan sampai hanya dipahami sebagai ruang kesehatan di sekolah atau bagian dari kegiatan pemeriksaan kesehatan sesekali,” tegasnya.

Saefuddin juga menekankan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang bersih dan nyaman. Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah kebersihan fasilitas sanitasi sekolah, termasuk kamar kecil.

Dia berharap budaya hidup bersih dan sehat dapat menjadi bagian dari keseharian seluruh warga sekolah, baik siswa, guru, maupun tenaga kependidikan. Selain itu, ia mendorong kepala sekolah dan guru menjalankan perannya dengan penuh kesungguhan dalam membentuk generasi penerus yang berilmu, berkarakter, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan.

Lebih lanjut, Saefuddin mengajak seluruh pihak mengoptimalkan digitalisasi dalam pembinaan UKS/M melalui aplikasi yang telah diluncurkan. Pemanfaatan aplikasi tersebut diharapkan mampu mendukung proses pembinaan, pemantauan, dan pelaporan kondisi kesehatan serta kelayakan lingkungan sekolah.

Baca Juga  Pemkab Kukar Resmikan Jembatan Kedaton Agung, Akses ke Pasar Tangga Arung Makin Mudah

“Marilah kita optimalkan digitalisasi untuk pembinaan UKS/M. Manfaatkan aplikasi yang diluncurkan hari ini dengan maksimal,” ajaknya.

Saefuddin juga menekankan pentingnya memperkuat sinergi lintas sektor dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, satuan pendidikan, tenaga kesehatan, kecamatan, hingga mitra terkait. (xl)