KUKAR IDAMAN SEP 26

Pertumbuhan Gulma Ancam Penanganan Banjir, Pemkot Samarinda Lakukan Ini

Pertumbuhan Gulma Ancam Penanganan Banjir, Pemkot Samarinda Lakukan Ini
Gulma memenuhi polder gang Indra. (jefrico/dokpim)

SAMARINDA – Wali Kota Samarinda meninjau kondisi polder Gang Indra di Kelurahan Air Putih, Kecamatan Samarinda Ulu yang dipenuhi gulma, Selasa (13/10/2026) sore. Polder seluas hampir dua hektare itu merupakan salah satu fasilitas pendukung sistem pengendalian banjir di Samarinda. 

Namun, pertumbuhan gulma dan kondisi polder yang mengering saat musim kemarau menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga kapasitas tampungan serta sirkulasi air.

Andi Harun menekankan, pemeliharaan tidak cukup dilakukan sesekali. Pertumbuhan gulma berpotensi kembali terjadi sehingga diperlukan penanganan berkelanjutan, didukung tenaga kerja, anggaran, dan peralatan yang memadai.

“Pasti akan tetap ada. Karena itu, pemeliharaannya harus berkelanjutan,” sebutnya, dikutip dari siaran resmi Pemkot Samarinda.

Andi Harun mengakui, pemeliharaan fasilitas penampungan air membutuhkan upaya yang tidak ringan karena harus dilakukan sepanjang tahun. Selain tenaga dan anggaran, ketersediaan alat berat juga menjadi faktor penting untuk mempercepat pembersihan.

Pemkot Samarinda, lanjutnya, berencana menambah alat mekanis berupa ekskavator pada tahun depan apabila kemampuan anggaran memungkinkan.

“Rencana tahun depan, kalau dana kita cukup, kita akan menambah alat mekanis seperti ekskavator yang teman-teman lihat hari ini. Sekarang kita hanya punya satu atau dua unit, sementara kebutuhan kita masih banyak,” ungkapnya.

Baca Juga  Samri Tegaskan Semua Pembangunan di Samarinda Harus Bisa Tingkatkan PAD

Andi Harun juga berharap dunia usaha dapat ikut membantu pemeliharaan fasilitas pengendalian banjir melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR).

Dia menyebut perusahaan galangan kapal, industri, pertambangan batu bara, dan pelaku usaha lainnya sebagai pihak yang berpeluang berkolaborasi dengan pemerintah, termasuk melalui dukungan alat berat.

“Harapannya, perusahaan-perusahaan di Samarinda bisa bersama-sama memberikan CSR, misalnya dalam bentuk alat berat seperti ini. Mudah-mudahan ada yang tergerak untuk membantu,” katanya.

Usai meninjau Polder Gang Indra di Jalan Pangeran Antasari, Andi Harun melanjutkan peninjauan ke saluran air di Jalan Siti Aisyah, kawasan Teluk Lerong. Peninjauan tersebut menjadi bagian dari upaya melihat langsung kondisi saluran drainase di lapangan dalam kaitannya dengan penanganan genangan air di Samarinda.

Dalam rangkaian peninjauan itu, Andi Harun turut menyampaikan rencana kajian teknis pemasangan pipa bawah tanah untuk mengalirkan limpasan air langsung ke Sungai Mahakam. Alternatif ini disiapkan untuk membantu mengurangi penumpukan air di kawasan Antasari setelah menerima limpasan dari Banggris, Jalan MT Haryono, dan sekitarnya.

Baca Juga  Bupati Kukar Serahkan Bantuan untuk Ponpes Hidayatullah di Dusun Merangan

Pipa tersebut direncanakan melintasi kawasan sekitar rumah pompa, menuju Banggris, kemudian mengalirkan air ke Mahakam. Diameter awal yang disebutkan sekitar 800 milimeter atau 80 sentimeter, dengan kebutuhan dan spesifikasi yang masih harus dihitung lebih lanjut oleh DPUPR.

Menurut Andi Harun, penggunaan pipa berpotensi menjadi alternatif yang lebih hemat dibandingkan pembangunan saluran baru menggunakan konstruksi beton. Meski demikian, perencanaan tetap membutuhkan perhitungan teknis, termasuk jalur pemasangan dan efektivitas pengaliran air.

“Kita lihat kemampuan anggaran kita. Untuk mengantisipasi tumpukan air atau genangan besar di daerah Antasari setelah menerima limpasan dari Banggris, MT Haryono, dan sekitarnya, pelan-pelan kita akan alirkan langsung ke Mahakam,” jelasnya.

Andi Harun menegaskan, pemerintah akan mematangkan solusi teknis terlebih dahulu sebelum menentukan kebutuhan anggaran untuk rencana tersebut.

Baca Juga  Todd Dias Pamit dari Kaltim, Tinggalkan Jejak Kerja Sama Australia di Berbagai Bidang

“Kita tidak bicara anggaran dulu. Kita bicara bagaimana menemukan solusi atau rencana inovasi untuk pengendalian dan pengurangan genangan air di daerah Antasari,” tegasnya.

Upaya membersihkan gulma, memperkuat sarana pemeliharaan, serta meninjau kondisi saluran air dan mengkaji alternatif pengaliran air menjadi bagian dari langkah Pemkot Samarinda dalam menjaga fungsi fasilitas pengendalian banjir. Peninjauan langsung oleh wali kota di sejumlah titik diharapkan dapat mendukung penanganan persoalan drainase dan genangan secara berkelanjutan. (xl)