KUKAR IDAMAN SEP 26

Pemkab Kukar Pastikan Aktivitas Warga Korban Kebakaran Tetap Berjalan

Pemkab Kukar Pastikan Aktivitas Warga Korban Kebakaran Tetap Berjalan
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri saat meninjau warga terdampak kebakaran di RT 33, Kelurahan Melayu, Tenggarong. (Komparasinews/Habib Fajar)

KUTAI KARTANEGARA — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) memastikan aktivitas sehari-hari warga terdampak kebakaran di RT 33, Kelurahan Melayu, Tenggarong, tetap berjalan selama proses pemulihan.

Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mengatakan, kebutuhan warga menjadi perhatian pemerintah, termasuk perlengkapan sekolah bagi anak-anak serta kebutuhan warga yang bekerja. Hal itu disampaikannya saat mendatangi lokasi kebakaran sekaligus menyalurkan bantuan berupa bahan pokok di posko warga, Kamis (8/10/2026).

“Jangka pendek itu, kita memastikan aktivitas sehari-hari masyarakat tidak terganggu. Bagi yang bersekolah, perlengkapan sekolahnya harus terpenuhi. Bagi yang bekerja, kebutuhan pekerjaannya juga harus terpenuhi,” ujar Aulia.

Untuk memastikan kebutuhan tersebut terpenuhi, Aulia meminta pemerintah kecamatan dan Kelurahan Melayu melakukan pendataan serta langkah yang diperlukan agar warga tetap dapat menjalankan aktivitasnya di tengah kondisi pascakebakaran.

Baca Juga  Hadiri LK II HMI Cabang Kukar, Arief Rosyid Ajak Kader Kawal Amanat Pasal 33 UUD 1945

Menurutnya, penanganan korban tidak hanya berhenti pada pemenuhan kebutuhan pangan dan tempat tinggal sementara. Aktivitas pendidikan dan pekerjaan warga juga perlu dipastikan tetap berlangsung.

Sementara untuk pemulihan jangka menengah dan panjang, Pemkab Kukar akan melakukan penanganan sesuai kewenangan, termasuk mengevaluasi kondisi kawasan permukiman.

Akses jalan menjadi salah satu perhatian pemerintah setelah kebakaran. Selain itu, ketersediaan sumber air dan hidran di kawasan padat penduduk juga akan dievaluasi untuk mendukung penanganan apabila terjadi kondisi darurat.

Pemkab Kukar berencana memperkuat ketersediaan sumber air di sejumlah titik yang sulit dijangkau kendaraan pemadam kebakaran. Salah satu opsi yang akan dilihat yakni mengoptimalkan pembiayaan melalui dana RT pada tahun berikutnya.

Baca Juga  Persoalan Administrasi Desa di PPU Mesti Jadi Perhatian Serius

“Kami akan lihat kebutuhan masing-masing RT karena tidak semuanya sama. Kalau bisa ditangani dengan dana RT, kita akan coba optimalkan pembiayaan melalui dana RT untuk mengatasi permasalahan tersebut,” jelasnya.

Dalam proses pemulihan, bantuan perlengkapan memasak juga mulai disalurkan. Aulia mengatakan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) memberikan bantuan peralatan memasak agar bahan makanan yang tersedia dapat diolah untuk memenuhi kebutuhan warga maupun relawan.

Aulia juga mengapresiasi keterlibatan Dinas Pemadam Kebakaran, BPBD, relawan, pemerintah kecamatan dan kelurahan dalam penanganan pascakebakaran, termasuk dalam mengoperasikan dapur umum.

Selain pemulihan kebutuhan fisik, Aulia menekankan pentingnya memperhatikan kondisi psikologis warga terdampak. Pemerintah bersama komunitas diminta ikut memantau kondisi keluarga korban agar mendapatkan pendampingan apabila mengalami tekanan setelah kejadian.

Baca Juga  Pemkab Kukar Sediakan Gerai Vaksinasi di Sejumlah Objek Wisata Selama Libur Lebaran

“Tidak hanya pemerintah, tetapi juga melalui komunitas-komunitas kita untuk saling memonitor satu dengan yang lain. Kita khawatir pasca kebakaran ini meninggalkan luka yang cukup dalam sehingga menimbulkan stres dan lainnya bagi masyarakat,” kata Aulia. (fjr/adv)