Pulau Kumala Tenggarong Kembali Dibuka, Dewan Minta Pemkab Maksimalkan Promosi

Pulau Kumala Tenggarong Kembali Dibuka, Dewan Minta Pemkab Maksimalkan Promosi
Objek wisata Pulau Kumala. (Zulkar/Komparasi)

KUTAI KARTANEGARA – Objek wisata Pulau Kumala Tenggarkng resmi dibuka kembali pada 1 September 2022 lalu. Hal ini diapresiasi oleh Ketua DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) Abdul Rasid.

Rasid menyambut baik, pasalnya masyarakat bisa kembali menikmati panorama khas Pulau Kumala yang selama tiga tahun lebih terpaksa ditutup oleh Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar menyikapi Pandemi Covid-19. Juga lantaran adanya upaya perbaikan dan pembenahan instalasi perkabelan dan jaringan pipa air bersih.

“Pemerintah daerah harus mengelola dengan baik, dilakukan promosi secara maksimal. Sehingga apa yang menonjol di Pulau Kumala tersebut bisa menarik pengunjung untuk berwisata di Pulau Kumala,” kata Rasid.

Baca Juga  Daya Beli Sedang Lesu, Masyarakat Disebut Bakal Jadi Korban Kenaikan Tarif PPN

Menurut Politisi Golkar ini, promosi harus terus dilakukan secara maksimal. Karena hal tersebut adalah bagian dari pengelolaan aset wisata secara baik. Promosi bisa dilakukan melalui media elektronik, media sosial, maupun yang lainnya.

“Objek wisata Pulau Kumala berpotensi dapat meningkatkan PAD jika pengelolaannya dilakukan secara maksimal, terus saja lakukan promosi dan pemeliharaan yang baik,” kata Rasid.

“Terkait wahana dan fasilitas yang ada saat ini ya mari kita jalankan saja dulu Pulau Kumala ini, kita belum tahu ke depan pengunjung yang datang seperti apa, sejauh mana nanti pendapatannya, baru kelihatan hasilnya,” sambungnya.

Baca Juga  Ubah Skema Bantuan Ponpes, Pemkab Kukar Fokus Beri Langsung ke Santri

Rasid menilai dampak positif dibukanya kembali Pulau Kumala yang khas dengan nuansa kearifan lokal Kutai berikut daya tarik Jembatan Reporepo ini bisa dirasakan semua pihak. Baik masyarakat sekitar maupun pelaku UMKM.

“Tentu ekonomi kreatif akan makin tumbuh karena di dalamnya terdapat beberapa pelaku UMKM, maupun usaha permainan dan multiplayer efek lainnya,” jelasnya.

“Warung-warung rumah makan dan pedagang lainnya di sekitaran Tenggarong juga pasti akan bertambah omzetnya, sehingga diharapkan perputaran ekonomi di Kukar akan makin bagus lagi,” tegas Rasid. (zu)