Rusdi: Jangan Abaikan Potensi Bahaya

Rusdi: Jangan Abaikan Potensi Bahaya
Wakil Ketua DPRD Samarinda Rusdi. (istimewa)

SAMARINDA – Potensi kebakaran di Samarinda masih terbilang tinggi. Salah satu peristiwa kebakaran yang menggemparkan publik Kaltim yakni meninggalnya tujuh warga Jalan Abdul Wahab Syahranie beberapa bulan lalu. Hal ini mengindikasi tak hanya akibat kelalaian eksternal namun juga potensi bisa berasal dari internal penghuni rumah itu sendiri.

Tingginya potensi kebakaran di Kota Samarinda disebut Wakil Ketua DPRD Samarinda Rusdi juga dikarenakan kurangnya perhatian masyarakat pada ancaman itu sendiri. Masyarakat disebut kerap mengabaikan potensi kebakaran. Sebut saja masyarakat yang meninggalkan tempat tinggal mereka dalam kondisi listrik masih menyala dimana mana.

Baca Juga  Pembangunan Sky Train Samarinda Masuk Tahap Feasibility Study dan Sinkronisasi

“Ancaman bahaya tidak akan menghilang begitu saja, selama masih ada kelalaian dari masyarakat,” tegas Rusdi.

Tak heran Politikus Partai Golkar ini meminta agar masyarakat tidak lengah terhadap penyebab kebakaran, salah satunya dengan meningkatkan kewaspadaan saat akan meninggalkan rumah. Sebab musibah ini tidak hanya bisa merugikan dari segi materi, namun juga menjadi ancaman tersendiri bagi nyawa seseorang.

“Sebelum meninggalkan rumah, pastikan sambungan instalasi listrik dicabut agar lebih aman, apalagi jika hendak bepergian dalam waktu yang lama dan kosong,” tuturnya.

Baca Juga  Sri Puji Harap Tak Ada Perusahaan di Samarinda Bayar THR Karyawan dengan Mencicil

Sebab, salah satu pemacu kebakaran yang sering terjadi selama ini adalah korsleting atau arus pendek. Hal ini sering terjadi lantaran masyarakat tidak melakukan rehabilitas instalasi listrik atau pemakaian listrik secara berlebihan yang tidak disesuaikan dengan kapasitasnya.

“Itu kan sudah ada standarnya, sedangkan perangkat listrik juga ada umurnya. Maka dari itu, diperlukan rehabilitasi instalasi listrik, silakan meminta bantuan ke PLN jika ingin mengganti instalisasinya,” demikian Rusdi. (ded)