Novi Marinda Harap Pemkot Samarinda Lebih Berani Naikkan Target APBD

Novi Marinda Harap Pemkot Samarinda Lebih Berani Naikkan Target APBD
Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda Novi Marinda Putri.

SAMARINDA – Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda Novi Marinda Putri mengimbau Pemerintah Kota (Pemkot) lebih berani dan optimistis menaikkan target APBD. Dalam rangka meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

Hal ini dikatakannya selepas Komisi II DPRD menggelar hearing bersama Bapenda terkait evaluasi tentang hasil PAD. Novi sebagai anggota komisi II memberikan tanggapannya terkait PAD yang tak kunjung mengalami peningkatan, Selasa (28/2/2023).

“Itu kan selalu jadi momok. Pada saat kami berharap meminta kepada pemerintah kota naikkan target, mereka selalu bilang tidak bisa, tidak ada jalan dan lain sebagainya. Padahal ternyata bisa penuhi target” ucapnya.

Baca Juga  Terjaga Surplus, Pemerintah Klaim Kinerja APBN Tetap Solid dan On Track

Novi mengatakan, seharusnya Pemkot tidak pantas membuat target yang rendah. Karena melihat banyaknya sektor yang bisa dioptimalkan, sehingga bisa menambah aset pendapatan daerah.

Novi menyarankan Pemkot bersedia memasang target tinggi. Hal itu disampaikan, bahwa ketika membuat target yang terpenting itu bicara soal keberanian, tidak boleh takut saat target tersebut tidak tercapai.

“Sebenarnya namanya suatu target tercapai atau tidak menurut saya tidak masalah, orang hanya target kok. Yang jadi masalah apabila targetnya kecil mereka itu terlalu santai,” ujarnya

Baca Juga  Operasi Pekat Mahakam, Polsek Tenggarong Sita Puluhan Botol Miras dari Toko di Timbau

Novi mengatakansejauh ini DPRD selalu optimistis dalam membuat suatu target. Karenanya dia mengajak Pemkot sama-sama memberikan anggaran yang logis guna meningkatkan PAD Samarinda

“DPRD selalu optimistis karena targetnya tinggi. Tinggal Pemkot mau enggak. Selama ini kan Pemkot yang selalu tidak mau untuk memasang target tinggi takutnya tidak bisa dicapai. Ini terbalik sekarang, karena ada aturan apabila mereka mencapai target segitu mereka mendapatkan sesuatu. Itulah mereka tidak mau membuat target besar karena nanti bonusnya tidak cair,” ucapnya.

Novi juga menambahkan, pendapatan daerah bisa naik karena melihat pajak daerah sedang naik. Apalagi pegawai yang menyetor Pajak Bumi dan Bangunan. (nta)