Komisi IV DPRD Samarinda Minta Anggaran Pro-Bebaya Lebih Fleksibel

Komisi IV DPRD Samarinda Minta Anggaran Pro-Bebaya Lebih Fleksibel
Salah satu program Pro-bebaya di Samarinda. (Istimewa)

SAMARINDA – Ketua Komisi IV DPRD Samarinda Sri Puji Astuti mendukung program pro-bebaya yang dianggap berhasil direalisasikan.

Dia mengakui ada kemajuan pembangunan di Samarinda terutama program pro-bebaya yang dianggap unggul dalam realisasi pembangunan dimulai dari tingkat RT dan kelurahan tersebut.

“Saya melihat dan turun langsung ke lapangan ke RT pelaksanaan pro-bebaya sangat bagus ya, kami apresiasi itu,” ujar Sri Puji, Rabu (8/2/2023).

Namun, kata Puji, ada hal yang perlu dilakukan evaluasi terhadap realisasi program pro-bebaya tersebut.

Baca Juga  Nasib R2 dan R3 Dipertanyakan, Ketua DPRD Kukar Serukan Penyelesaian Total

“Ada beberaya yang harus dievaluasi salah satunya kelompok masyarakat (Pokmas) harus mengerti tentang pelaksanaan program pro-bebaya itu,” tuturnya.

Karena menurut Puji, implementasi dan keberhasilan pro-bebaya itu tergantung pada Pokmasnya yang paham terhadap teknis pelaksanaan program itu. Dan mengerti alokasi anggaran seperti 70 persen untuk infrastruktur dan 30 persen untuk sosial ekonomi dan kesehatan.

“Harus dimaksimalkan juga pemberdayan UMKM, pemberdayaan para pemuda di ruang lingkung RT atau kelurahan,” sebutnya.

Baca Juga  Komisi IV DPRD Samarinda Beri Perhatian Khusus Tangani Tiga Masalah Ini

Kemudian, disebutkan Politikus Demokrat itu, bahwa setiap RT atau kelurahan tentu permasalahannya sangat beragam tidak semua sama persoalannya. Sebab itu Puji menginginkan realisasi anggaran juga perlu fleksibel menyesuaikan kondisi warga setempat.

“Misalkan di RT ada daerah yang sudah mulus semua, yang perlu diperhatikan itu adalah soal kemiskinan dan sumber daya manusia yang menjadi prioritas. Mungkin ada orang sakit perlu BPJS, anak-anak tidak sekolah, pemuda menganggur itu yang harus diperhatikan dalam pro-bebaya itu,” tutupnya. (zu)