
SAMARINDA – Kini profesi petani banyak digaungkan kaum milenial yang bisa membawa kesuksesan. Sehingga tidak bisa dipandang sebelah mata.
Namun ada pula segelintir generasi muda saat ini menganggap profesi petani merupakan pekerjaan yang tidak menjanjikan. Padahal sektor pertanian berpengaruh besar dalam menunjang ketahanan pangan, stabilitas nasional, hingga menjadi penghasil devisa negara.
Karena itu Anggota Komisi II DPRD Samarinda Abdul Rofik mengatakan perlu adanya peningkatan minat, pengetahuan, dan kepedulian generasi muda terhadap dunia pertanian.
“Kalau ingin jadi pengusaha sukses maka jadilah petani. Akan tetapi persoalannya brand petani itu dianggap tidak berpendidikan, jelek, dan miskin. Padahal kalau kita tahu, jika dia benar-benar petani profesional maka orang kaya raya itu ada di petani,” ungkapnya, Senin (13/3/2023).
Karena itu Abdul Rofik mengaku perlu adanya pelatihan dan pembinaan terhadap generasi muda untuk menumbuhkan minat terhadap sektor pertanian.
“Cukup mudah meyakinkan generasi muda untuk terjun ke dunia pertanian. Kalau para petani ini benar-benar dibina kemudian dipahamkan bahwasanya petani ini memiliki prospek yang tinggi dan pasar yang jelas, saya rasa tidak masalah,” terangnya.
Terlebih Kaltim memiliki potensi Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang pertanian. Sehingga diperlukan generasi muda sebagai penerus pembangunan pertanian di masa yang akan datang.
“Kalau jadi PNS, berapa ini PNS. Tetapi kalau pertanian sekali panen bisa banyak. Walaupun sebenarnya kenapa mereka berpikir untuk bertani karena terkadang hasilnya yang tidak sesuai dengan pengeluaran para petani,” tegasnya. (nta)












