BBM Langka di Sejumlah Wilayah, DPRD Kukar Desak Pertamina Perbaiki Sistem Distribusi

BBM Langka di Sejumlah Wilayah, DPRD Kukar Desak Pertamina Perbaiki Sistem Distribusi
Anggota DPRD Kukar Rahmad Dermawan. (fajar/komparasinews)

KUTAI KARTANEGARA – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax hingga Pertalite dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah Kaltim, salah satunya adalah Kota Balikpapan. Masyarakat mengeluhkan antrean panjang hingga berjam-jam di SPBU akibat terbatasnya pasokan BBM.

Kondisi tersebut ternyata juga mulai merambah hingga ke Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar). Salah seorang warga Tenggarong, Angga (27) turut mengeluhkan hal ini. Dia mengeluhkan kosongnya stok BBM jenis Pertamax di SPBU Tenggarong.

“Sudah dua hari saya cari Pertamax ke SPBU, tapi kosong terus,” ungkapnya kepada Komparasinews, Rabu (21/5/2025).

Menanggapi hal ini, Anggota DPRD Kukar, Rahmad Dermawan meminta PT Pertamina memberikan perhatian serius terhadap distribusi BBM. Terutama di daerah penghasil minyak dan gas (migas) seperti Kukar.

Baca Juga  Komisi IV DPRD Kaltim Dorong Kuota Penerima Beasiswa Kaltim Tuntas Ditambah

“Saya juga baru dengar, ternyata kelangkaan terjadi juga pada jenis BBM lain. Pada prinsipnya, Pertamina sebagai BUMN seharusnya memberikan pelayanan ekstra, terutama terkait stok bahan bakar,” ujarnya saat diwawancarai melalui sambungan telepon.

Dirinya menilai daerah yang menjadi penghasil minyak mentah seperti Kukar harus didahulukan mengenai pasokan BBM. Rahmad menekankan masyarakat di daerah penghasil juga merupakan konsumen yang membeli dan membayar bahan bakar, yang layak mendapatkan pelayanan optimal.

“Jangan sampai minyak mentah diambil dari kita, tetapi pelayanan di daerah sendiri justru tidak memadai. Masyarakat jadi kesulitan, padahal kita ini membeli, bukan meminta. Namanya pembeli tentu ingin dilayani dengan baik,” lanjutnya.

Baca Juga  Dewan Berharap e-Parking Terus Disosialisasikan

Anggota Komisi II DPRD Kukar itu juga menyebut, keberadaan kilang minyak terbesar di Indonesia yang terletak di Balikpapan serta sumber-sumber migas di Kukar seharusnya menjadi alasan bagi Pertamina untuk memprioritaskan pelayanan di Kaltim.

“Kalau pelayanan seperti ini terus terjadi, tentu patut dipertanyakan. Kita sudah pernah menghadapi masalah kualitas BBM yang beredar, sekarang terjadi kelangkaan lagi, belum lagi keluhan terkait gas LPG,” tegasnya.

Rahmad pun menekankan agar Pertamina memperbaiki sistem distribusi dan memberikan jaminan ketersediaan pasokan BBM yang merata. Terutama untuk wilayah-wilayah yang menjadi kontributor utama dalam penyediaan energi nasional.

Baca Juga  Herry Asdar Komitmen Kawal Pembangunan Jalan Penghubung Anggana dan Muara Badak

“Kita ini pemilik bahan bakunya, jadi Pertamina seharusnya benar-benar memberikan perhatian dan pelayanan ekstra kepada daerah penghasil seperti kita. Kita semua menuntut itu,” pungkasnya. (fjr)