KUKAR IDAMAN SEP 26

Beri Pelatihan dan Modal, Disnakertrans Kukar Siapkan Enam Kelompok Wirausaha Mandiri

Beri Pelatihan dan Modal, Disnakertrans Kukar Siapkan Enam Kelompok Wirausaha Mandiri
Kepala Disnakertrans Kukar Dendy Irwan Fahriza saat diwawancara. (Komparasinews/Habib Fajar)

KUTAI KARTANEGARA — Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kutai Kartanegara (Kukar) menyiapkan program perluasan kesempatan kerja melalui pembentukan kelompok tenaga kerja mandiri. Program tersebut menyasar enam kelompok masyarakat di sejumlah kecamatan. 

Peserta tidak hanya diberikan pelatihan, tetapi juga dukungan modal untuk memulai atau mengembangkan usaha secara mandiri. Kepala Disnakertrans Kukar, Dendy Irwan Fahriza, mengatakan program tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah memperluas kesempatan kerja di luar sektor formal.

“Perluasan kesempatan kerja ini menyasar kurang lebih ada enam tenaga kerja mandiri, enam kelompok binaan tenaga kerja mandiri,” kata Dendy saat ditemui, Sabtu (3/10/2026).

Enam kelompok binaan tersebut tersebar di Kecamatan Tenggarong, Kota Bangun, Muara Wis, Loa Kulu dan Sebulu. Menurut Dendy, kebijakan tersebut diperlukan agar masyarakat tidak hanya bergantung pada lowongan pekerjaan dari perusahaan atau instansi. 

Baca Juga  Polsek Loa Janan Tangkap Empat Pelaku Pencurian Genset Senilai Rp121 Juta

Pemerintah juga mendorong masyarakat memiliki kemampuan untuk menciptakan sumber pendapatan sendiri.

“Ini sebagai bentuk akselerasi kita bahwa kita tidak hanya fokus di siap kerja itu hanya di sektor formal, tapi juga informal. Di sektor informal ini kita menciptakan atau mengakselerasi untuk wirausaha mandiri,” ujarnya.

Dalam tahap awal, anggota kelompok tenaga kerja mandiri akan mengikuti pelatihan selama lima hari. Materi pelatihan disesuaikan dengan rencana usaha yang akan dijalankan peserta.

Setelah pelatihan, pemerintah memberikan bantuan modal sebagai dukungan awal untuk menjalankan usaha. Dendy mengatakan program tersebut tidak berhenti pada pemberian pelatihan dan bantuan. 

Disnakertrans Kukar akan melakukan pemantauan untuk melihat apakah usaha yang dibangun peserta dapat bertahan dan berkembang. Monitoring dan evaluasi direncanakan dilakukan pada bulan ketiga atau keempat setelah program berjalan.

Baca Juga  BEM Unikarta Soroti Puluhan Perusahaan Berstatus Merah, DLHK Kukar Bilang Begini

“Setelah itu di bulan ketiga atau bulan keempat kita akan melakukan monitoring dan evaluasi untuk memastikan bahwa usaha mandiri mereka itu berlanjut atau sustainable,” jelasnya.

Hasil evaluasi nantinya menjadi dasar bagi pemerintah untuk menentukan bentuk pendampingan berikutnya. Kelompok yang menunjukkan perkembangan akan diarahkan untuk mendapatkan akses terhadap berbagai program lanjutan. 

Salah satunya Kredit Kukar Idaman Terbaik yang disiapkan pemerintah daerah untuk memperluas akses pembiayaan masyarakat. Selain pembiayaan, Disnakertrans juga membuka peluang kerja sama dengan perusahaan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR maupun badan usaha yang bersedia menjadi mitra pembinaan.

Baca Juga  Tuai Kritik, KPU Akhirnya Batalkan Aturan Terkait Dokumen Persyaratan Capres/Cawapres

“Nantinya hasil dari monitoring dan evaluasi tersebut kita akan dekatkan dengan program lanjutan yaitu program Kredit Kukar Idaman Terbaik atau melalui CSR atau badan usaha yang akan menjadi mitra atau menjadikan tenaga kerja mandiri itu sebagai binaannya,” kata Dendy. (fjr/adv)