
SAMARINDA – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda resmi meluncurkan proyek pembangunan Terowongan Selili. Diperkirakan proyek ini akan menelan anggaran Rp419 miliar dengan sistem pembiayaan Multi Years Contract (MYC) atau Kontrak Tahun Jamak.
Pemerintah memerlukan waktu sekira 35 bulan atau hingga 2024 mendatang, untuk menyelesaikan proyek megah ini. Terowongan ini sendiri bertujuan memecah kemacetan di Jalan Otto Iskandar Dinata.
Namun anehnya, hingga kini Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Angkasa Jaya Djoerani mengaku belum menerima laporan progres terbaru pembangunan terowongan tersebut. Dalam rapat terakhir dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), pemerintah memberi garansi proyek ini akan selesai tepat waktu.
Walaupun, sambung Angkasa Jaya, pihak pemerintah mengakui ada program yang belum bisa dituntaskan di tahun ini. Yang disayangkan, ketika bertemu dewan, pihak Dinas PUPR Samarinda belum membawa data.
“Kata mereka (Dinas PUPR Samarinda) akan mengundang kami lagi untuk memberikan penjelasan pembangunan terowongan,” sambungnya.
Pihak dewan pun akhirnya memberikan kesempatan agar pemerintah bisa mempersiapkan laporan dan data-data yang diperlukan.
“Nanti kalau datanya sudah siap, pasti mereka akan sampaikan pelaksanaan proyek itu,” tutupnya. (ded)












