
SAMARINDA – Anggota Komisi II DPRD Samarinda Laila Fatihah menyambangi masyarakat di Jalan Adi Sucipto Gang Sopongiro, RT 02 Kelurahan Rawa makmur, Kecamatan Palaran, Samarinda. Dalam rangka menyerap aspirasi masyarakat di lingkungan tersebut, yang turut dihadiri beberapa ketua RT serta segenap tokoh masyarakat.
Kehadiran Laila mendapat antusiasme yang tinggi dari masyarakat, dengan memberikan saran serta keluhan dari beberapa permasalahan yang dirasakan. Laila menyatakan terdapat tiga usulan yang menjadi aspirasi dari warga RT 02 Rawa Makmur. Mulai dari penerangan jalan, drainase, dan semenisasi jalan.
“Hari ini reses seperti biasa, hanya saja saya ke daerah Rawa Makmur. Ada tiga hal tadi yang disampaikan yaitu mengenai penerangan jalan di Jalan Adi Sucipto yang selama ini dikelola oleh swadaya dari masyarakat sebesar 1 juta per bulan,” ungkapnya pada Senin (15/05/23).
“Dan kemudian drainase di jalan poros besar itu, dan ketiga tadi ada gang yang memang itu menuju ke tempat ibadah, yang sampai saat ini belum terealisasi untuk semenisasi jalannya,” sambung Laila.
Menurutnya perbaikan drainase dan semenisasi jalan di RT 02 merupakan ranah daripada Pemerintah Provinsi. Termasuk yang diharapkan masyarakat adalah drainase yang berada di jalan poros besar palaran.
“Semua ini membutuhkan dana yang tidak sedikit atau dalam artian memerlukan anggaran yang cukup besar. Sehingga saya hanya bisa memberikan saran untuk mengusulkan ke provinsi, karena yang saya tahu kalau untuk drainase kita ajukan ke pemkot takutnya menimbulkan permasalahan baru,” jelasnya.
Politisi PPP itu akan menyuarakan masukan beserta usulan masyarakat melalui proposal ataupun berkas yang masuk pada musrenbang. Agar terealisasi dalam kondisi yang tepat sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Kami juga selaku dewan kota mencoba untuk tetap menggiring atau mengingatkan beberapa anggota dewan provinsi yang memang dapil nya berada di daerah Samarinda. Karena kalau saya sendiri ya tidak mampu, sedangkan dalam satu masa anggaran ini hanya dapat dua titik dan saya juga harus berpikir keras untuk memilih mana yang menjadi skala prioritas,” tutupnya. (zu)












