KUTAI KARTANEGARA — Tradisi Belimbur yang digelar masyarakat di sepanjang Jalan Timbau, Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar), Ahad (27/9/2026), menyisakan timbunan sampah sekitar 3 ton. Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kukar langsung melakukan pembersihan setelah prosesi Belimbur selesai.
Petugas mulai menyisir kawasan tersebut sekitar pukul 15.00 Wita dan diselesaikan sebelum magrib. Kabid Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLHK Kukar, Tri Joko Kuncoro, mengatakan peningkatan volume sampah merupakan konsekuensi dari kegiatan yang melibatkan banyak masyarakat.
“Suatu event itu ramai, meriah, sukses, pasti sedikit banyak memproduksi sampah,” kata Tri Joko saat dihubungi, Senin (28/9/2026).
Menurutnya, selama rangkaian Erau berlangsung, timbulan sampah di Tenggarong meningkat sekitar 5 ton per hari dibandingkan kondisi normal. Meski demikian, ia memastikan kebersihan kawasan kota tetap dijaga. DLHK menambah jam kerja petugas, memperkuat peralatan, serta meningkatkan intensitas pengangkutan sampah selama rangkaian kegiatan.
Khusus setelah tradisi Belimbur, volume sampah yang terkumpul di sepanjang Jalan Timbau diperkirakan mencapai 3 ton.
“Untuk Belimbur saja itu mungkin sekitar 3 ton. Dam truk kami penuh mengangkut sampah. Dam truk itu kan antara 3 sampai 5 ton kapasitasnya,” ujarnya.
Tri Joko menyebut proses pembersihan dilakukan segera setelah prosesi Belimbur berakhir. Petugas kebersihan DLHK juga mendapat dukungan dari para relawan.
“Setelah prosesi Belimbur selesai, sekitar jam 3-an itu kami sisir langsung. Jadi sebelum magrib, kota kembali bersih,” katanya.
Tri Joko menilai keterlibatan petugas kebersihan dan relawan menjadi bagian penting dalam menjaga kebersihan Tenggarong selama pelaksanaan Erau.
“Selama rangkaian Erau ini sukses pelaksanaannya, harus diakui juga menimbulkan timbulan sampah yang meningkat. Tetapi alhamdulillah, selama pelaksanaan, kebersihan, kerapian, dan keindahan Kota Tenggarong tetap terjaga,” pungkasnya. (fjr/adv)












