KUKAR IDAMAN SEP 26

DP3A Kukar Gelar Pendampingan Pulihkan Kondisi Psikologis Anak Korban Kebakaran

DP3A Kukar Gelar Pendampingan Pulihkan Kondisi Psikologis Anak Korban Kebakaran
DP3A Kukar saat menggelar pendampingan anak pasca kebakaran di RT 33, Kelurahan Melayu, Tenggarong. (Komparasinews/Habib Fajar)

KUTAI KARTANEGARA — Sekira 50 anak terdampak kebakaran di RT 33, Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong, mengikuti kegiatan bermain dan menggambar. Kegiatan ini digelar Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kutai Kartanegara (Kukar), Kamis (8/10/2026).

Bertempat di posko bantuan lapangan voli, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pendampingan psikologis bagi anak-anak setelah kebakaran yang melanda kawasan permukiman itu beberapa hari sebelumnya.

Kepala DP3A Kukar, Syafliansyah, mengatakan kegiatan tersebut dilakukan setelah pihaknya meminta jajaran untuk mengidentifikasi anak-anak di lokasi terdampak yang membutuhkan pendampingan.

“Ini bentuk respons kita terhadap kebakaran beberapa hari lalu. Setelah kebakaran, saya minta teman-teman untuk menyisir karena biasanya ada anak-anak yang perlu kita dampingi,” ujar Syafliansyah.

Baca Juga  Gowes Jadi Rangkaian Pemkab Kukar Peringati Peristiwa Perjuangan di Sangasanga

Menurutnya, kondisi psikologis anak perlu mendapat perhatian setelah mengalami peristiwa yang berpotensi menimbulkan ketakutan. Karena itu, DP3A Kukar memberikan ruang bagi anak-anak untuk bermain dan mengekspresikan perasaan melalui kegiatan menggambar.

Pemerintah juga menyediakan alat tulis untuk menunjang kegiatan tersebut. Antusiasme anak-anak terlihat dari jumlah peserta yang mencapai sekitar 50 orang, mulai dari jenjang taman kanak-kanak (TK) hingga sekolah dasar (SD).

Selain mendampingi anak, DP3A Kukar memberikan edukasi kepada orang tua agar memperhatikan perubahan perilaku anak setelah mengalami peristiwa traumatis.

Baca Juga  Sirkuit Mandalika Kembali Jadi Tuan Rumah MotoGP untuk Tahun Depan

Orang tua diminta mewaspadai perubahan seperti anak yang sebelumnya ceria menjadi lebih pendiam atau murung. Perubahan tersebut perlu diperhatikan agar anak dapat memperoleh pendampingan sesuai kebutuhannya.

Syafliansyah mengatakan, DP3A Kukar juga akan mengevaluasi pelaksanaan kegiatan untuk menentukan kebutuhan pendampingan lanjutan. Kegiatan serupa dapat kembali dijadwalkan apabila kondisi anak-anak di lokasi terdampak memerlukannya.

“Kami lakukan sebagai bagian dari tugas kita, supaya anak-anak kita tidak mengalami trauma berkepanjangan,” tuturnya.

Syafliansyah berharap pendampingan tersebut membantu anak-anak kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan nyaman setelah mengalami kebakaran.

Baca Juga  Shelter Dinsos Kukar Overkapasitas, Penghuni Terpaksa Tinggal Lebih Lama

“Harapannya mudah-mudahan anak-anak hilang traumanya. Kita ingin anak-anak kita ceria kembali, ketawa kembali, dan bisa melupakan peristiwa yang kemarin,” katanya. (fjr/adv)