KUKAR IDAMAN SEP 26

DPRD Samarinda Soroti Dampak Penguatan Dolar AS terhadap Ekonomi dan Daya Beli Masyarakat

Foto: Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Iswandi. (Istimewa)

SAMARINDA — DPRD Kota Samarinda menyoroti dampak penguatan dolar Amerika Serikat (AS) terhadap perekonomian nasional yang dinilai turut memberikan tekanan pada nilai tukar rupiah dan berbagai sektor ekonomi lainnya.

Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Iswandi, mengatakan penguatan dolar perlu dilihat secara menyeluruh dari perspektif makroekonomi. Menurutnya, depresiasi rupiah yang terjadi belakangan menjadi salah satu indikator yang perlu mendapat perhatian serius di tengah ketidakpastian ekonomi global.

“Kalau bicara kenaikan dolar, kita harus melihatnya dari sisi makroekonomi. Rupiah saat ini termasuk yang mengalami depresiasi cukup besar dibanding sejumlah negara di Asia maupun dunia,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dampak penguatan dolar tidak hanya dirasakan pada nilai tukar mata uang. Kondisi tersebut juga memunculkan efek berantai yang memengaruhi berbagai sektor ekonomi, termasuk kenaikan harga sejumlah kebutuhan yang pada akhirnya berdampak langsung kepada masyarakat.

Baca Juga  DPRD Kukar Sidang Paripurna Bahas Nota Keuangan Terhadap Raperda Perubahan APBD 2024

Menurut Iswandi, salah satu dampak yang paling dirasakan masyarakat adalah meningkatnya biaya hidup. Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) serta sejumlah komoditas menjadi konsekuensi yang muncul akibat melemahnya nilai tukar rupiah.

“Bukan hanya soal dolar yang naik, tetapi dampaknya merembet ke berbagai sektor. Ketika muncul kenaikan BBM, masyarakat tentu yang paling merasakan efeknya,” katanya.

Selain itu, Iswandi juga menyoroti kondisi pasar modal yang belakangan mengalami tekanan. Penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), menurutnya, menjadi salah satu indikator yang menunjukkan pelaku pasar tengah merespons situasi ekonomi secara lebih hati-hati.

Baca Juga  Gelombang Protes Menguat, Aksi Besar Digelar 21 April di Kantor Gubernur Kaltim

“IHSG juga mengalami penurunan cukup dalam. Ini menjadi sinyal yang perlu dicermati karena mencerminkan kondisi ekonomi yang sedang menghadapi tekanan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, kekuatan ekonomi suatu negara tidak hanya diukur dari tingkat pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari stabilitas nilai tukar serta tingkat kepercayaan pasar. Karena itu, pelemahan rupiah dan tekanan pada pasar saham perlu menjadi perhatian bersama.

DPRD Samarinda pun berharap pemerintah pusat dapat mengambil langkah strategis untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional. Upaya tersebut dinilai penting agar tekanan terhadap rupiah dapat dikendalikan dan dampaknya terhadap masyarakat tidak semakin meluas.

Baca Juga  Kolaborasi Pemkab Kukar dan Swasta Serahkan Bantuan untuk Anak Yatim

“Harapannya pemerintah bisa mengambil kebijakan yang tepat untuk menjaga stabilitas ekonomi. Yang paling penting, masyarakat tidak semakin terbebani akibat kondisi ini,” tutup Iswandi. (adv/zu)