
SAMARINDA — DPRD Kota Samarinda mendorong Pemerintah Kota Samarinda memperluas program beasiswa sekaligus menambah jumlah sekolah menengah pertama (SMP) untuk mengatasi persoalan akses pendidikan di Kota Tepian.
Rekomendasi tersebut muncul dalam pembahasan Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) pemerintah daerah.
Anggota Komisi III sekaligus anggota Pansus LKPJ DPRD Samarinda, Abdul Rohim, mengatakan akses pendidikan harus dibuka lebih luas, terutama bagi masyarakat kurang mampu dan pelajar berprestasi.
“Kami merekomendasikan Pemkot memperluas program beasiswa bagi warga kurang mampu dan siswa berprestasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan daerah,” ujarnya.
Menurutnya, program beasiswa tidak hanya menyasar pendidikan dasar hingga sarjana, tetapi juga perlu diarahkan untuk mendukung pendidikan lanjutan seperti magister dan doktoral guna mencetak sumber daya manusia unggul.
“Beasiswa S2 dan S3 bagi putra-putri Samarinda penting diberikan untuk mendukung lahirnya sumber daya manusia unggul dan berdaya saing,” katanya.
Selain persoalan beasiswa, DPRD juga menyoroti keterbatasan daya tampung SMP negeri di Samarinda. Jumlah lulusan sekolah dasar setiap tahun dinilai belum sebanding dengan kapasitas sekolah lanjutan yang tersedia.
Kondisi tersebut kerap membuat calon peserta didik kesulitan memperoleh sekolah saat penerimaan siswa baru berlangsung, terutama di beberapa wilayah dengan jumlah penduduk tinggi.
“Selama ini banyak lulusan SD kesulitan masuk SMP karena keterbatasan daya tampung sekolah negeri di beberapa wilayah Samarinda,” tegas Rohim.
DPRD meminta Pemkot Samarinda segera menyusun basis data pendidikan secara terukur untuk memetakan kebutuhan sekolah di tiap kawasan.
Data tersebut dinilai penting agar pembangunan sekolah baru dapat dilakukan sesuai kebutuhan masyarakat.
Selain itu, DPRD juga mendorong penambahan SMP di wilayah yang memiliki jumlah lulusan SD tinggi namun fasilitas pendidikan masih terbatas.
Langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi ketimpangan akses pendidikan serta memastikan seluruh lulusan SD di Samarinda dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya. (adv/zu)












