KUKAR IDAMAN SEP 26

Harga Bahan Pokok Terkendali, Jokowi Puji Inovasi di Pasar Merdeka Samarinda

Harga Bahan Pokok Terkendali, Jokowi Puji Inovasi di Pasar Merdeka Samarinda
Presiden Jokowi meninjau harga sejumlah kebutuhan pokok di Pasar Merdeka, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Kamis (21/09/2023). (BPMI Setpres/Muchlis Jr)

SAMARINDA – Terkendalinya harga bahan pokok dan penting (Bapokting) di Pasar Merdeka Samarinda mendapat pujian dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi). Hal itu disampaikannya saat agenda kunjungan kerja (Kunker) ke Pasar Merdeka, Kamis (21/9/2023).

Orang nomor satu di republik itu memuji Wali Kota Samarinda Andi Harun yang bisa membawa Pasar Merdeka Samarinda menjadi pasar modern. Salah satunya transaksi nontunai dengan aplikasi Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS).

“Kalau semua pasar seperti ini, tanpa belanja dengan uang cash. Sangat bagus sekali. Saya kira ini inovasi wali kota yang bagus,” ucap Jokowi.

Jokowi juga meninjau sejumlah harga kebutuhan bahan pokok dan penting (Bapokting). Dia merasa senang karena harga sejumlah bapokting di pasar ini masih terkendali.

“Saya melihat, saya senang harga-harga terkendali baik. Bahkan ada yang turun,” sebut Jokowi.

Baca Juga  Samarinda "Haus" Taman Kota, Guntur Dukung Setiap Kelurahan Satu Playground

Menurutnya,ada sejumlah komoditas pokok mengalami penurunan harga. Di antaranya cabai dan bawang.

“Cabai harganya juga turun, kemudian bawang putih harganya juga turun, bawang merah harganya juga turun,” ungkapnya.

Namun, harga beras yang ada di pasar tersebut masih belum mengalami penurunan. Jokowi menyebut saat ini beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dari Bulog telah mulai disalurkan ke pasar tersebut.

“Kami harapkan dengan operasi pasar yang dilakukan Bulog, harga juga bisa turun,” harap Jokowi.

Disampaikan pula, kenaikan harga beras tersebut di antaranya akibat fenomena super El Nino yang terjadi di tujuh provinsi dan mengakibatkan pasokan beras dari petani berkurang.

“Problemnya karena pasokan dari petani, pasokan dari penggilingan itu kurang karena ada super El Nino di tujuh provinsi,” paparnya.

Baca Juga  Kaltim Terapkan Padi Tanam Hemat Air Super, Tingkatkan Produksi Perkuat Ketahanan Pangan

Karena itu pemerintah tengah menambah cadangan beras melalui impor. “Ya kita memperbesar cadangan strategis lewat impor karena untuk menutup kekurangan produksi yang ada,” papar Jokowi.

Wali Kota Samarinda Andi Harun sendiri menyatakan, Pasar Merdeka sebelumnya pernah meraih penghargaan Pasar Rakyat ber-SNI (Standar Nasional Indonesia) dan penghargaan Pasar Tertib Ukur. Pasar ini memiliki integritas presisi timbangan paling jujur. Pasar ini juga merupakan wilayah zero aditif, terutama terhadap produk ikan asin nin formalin.

“Di Pasar Merdeka ini, sekitar 70 persen pedagang telah membudayakan transaksi non tunai dengan QRIS,” klaim Andi Harun.

Belum turunnya harga beras, sebut Andi Harun, telah ditangani Pemkot Samarinda yang berupaya menjadikan harga beras kembali normal dan stabil.

“Mewujudkan itu, perlu keterlibatan seluruh pihak, yakni pemerintah, masyarakat dan swasta,” kata dia.

Baca Juga  Samarinda Ditetapkan sebagai Kota Inovatif Nasional

Apalagi saat ini tujuh provinsi di Indonesia mengalami fenomena super El Nino yang mengakibatkan terganggunya pengiriman beras dari daerah pemasok ke daerah penerima, seperti Kaltim termasuk Samarinda. Tetapi pemerintah telah berupaya meredam gejolak harga dengan melakukan operasi pasar beras.

Adapun stok ketersedian pangan di Samarinda menurut Andi Harun masih mencukupi untuk lima hingga enam bulan ke depan. (xl)