KUKAR IDAMAN SEP 26

Ikut Merundung Pasien Kritis di Medsos, Dokter RSUD IA Moeis Samarinda Dinonaktifkan

Ikut Merundung Pasien Kritis di Medsos, Dokter RSUD IA Moeis Samarinda Dinonaktifkan
Ilustrasi.

SAMARINDA – Seorang dokter jaga di Samarinda berinisial RMF mendapat sanksi dinonaktifkan oleh RSUD Ia Moeis. Terkait komentarnya di aplikasi threads kepada seorang pasien BPJS yang kesulitan mencari ruangan. 

Diketahui, sebelumnya publik dibuat geram akibat tidak adanya empati dari sejumlah oknum tenaga kesehatan (nakes). Apalagi pasien tersebut dikabarkan kini meninggal dunia.

RMF diketahui menggunakan akun @nandafadyla_ saat menghujat si pasien. “Bacot nih pasien,” tulisnya.

Atas perbuatannya itu RMF untuk sementara dinonaktifkan dari tugas pelayanan sembari menjalani proses pemeriksaan internal dan evaluasi kedisiplinan. Direktur RSUD IA Moeis Samarinda, dr Osa Rafsodia, menegaskan pihak rumah sakit tidak tinggal diam. Manajemen langsung memanggil dokter yang bersangkutan untuk dimintai klarifikasi serta menjalankan mekanisme pembinaan sesuai aturan kepegawaian yang berlaku. 

Baca Juga  Terima Kalpataru, Ketua MHA Mului Minta Tiga Hal Ini ke Bupati Paser

“Yang bersangkutan sudah kami panggil. Kami juga telah menjalankan proses sesuai peraturan perundang-undangan mengenai kedisiplinan pegawai. Selain itu, yang bersangkutan juga sudah menyampaikan permohonan maaf kepada pihak rumah sakit,” ujar dr Osa.

Adapun saat berita ini diturunkan, kolom komentar instagram RSUD IA Moeis sendiri terpantau dinonaktifkan.

Sebelumnya viral unggahan seorang pasien bernama Yurizal Tri Chaerawan di aplikasi Threads yang mengeluhkan belum juga mendapat kamar inap di rumah sakit meski sudah menunggu delapan jam. Dia mengaku menggunakan BPJS, namun tidak mengungkapkanya nama rumah sakitnya.

Baca Juga  KLHK Dorong Dunia Usaha Terus Berinovasi dalam Bidang Lingkungan dan Sosial

Alih-alih mendapat simpati, sejumlah oknum nakes tak bertanggung jawab malah merundungnya lewat unggahan-unggahan komentar negatif. Malahan ada yang menyebutnya tidak punya otak, bahkan ada yang mendoakannya segera meninggal dunia.

Tujuh hari berselang, muncul unggahan dari keluarga Yurizal yang menyebut pria itu sudah meninggal dunia karena kritis akibat terlambat mendapat penanganan medis. Netizen pun langsung menghujat para nakes yang sebelumnya merundung Yurizal. Para nakes tersebut lantas memberikan klarifikasi dan menyampaikan permohonan maaf. (xl)