KUKAR IDAMAN SEP 26

Kabut Asap Pekat Selimuti Tenggarong, BPBD Kukar Bagikan Masker ke Pengendara

Kabut Asap Pekat Selimuti Tenggarong, BPBD Kukar Bagikan Masker ke Pengendara
BPBD bersama PMI saat membagikan masker di Lampu Merah Simpang Tiga Kumala, Tenggarong. (Komparasinews/Habib Fajar)

KUTAI KARTANEGARA — Kabut asap menyelimuti sejumlah kawasan di Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar), Kamis (17/9/2026). Kondisi kualitas udara yang memburuk membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kukar turun membagikan masker kepada pengendara yang melintas.

Pembagian masker dilakukan di Lampu Merah Simpang 3 Kumala, Jalan K.H. Ahmad Muksin, Kelurahan Melayu, Tenggarong. Petugas BPBD dibantu sejumlah relawan Palang Merah Indonesia (PMI).

Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kukar Sigit Imam Prasetyo mengatakan, pembagian masker dilakukan di empat titik yang dinilai menjadi lokasi aktivitas masyarakat.

“Pembagian masker hari ini kita ada empat titik mungkinan ya, ada di SMA Negeri 1, SMA Negeri 2, di Simpang 3 Kumala dengan Simpang 4 UNIKARTA,” kata Sigit.

Baca Juga  Karhutla Makin Masif, Pemkab Kukar Kaji Penetapan Status Darurat

Total sekira 5.000 masker disiapkan untuk dibagikan kepada masyarakat. Sigit menyebut, berdasarkan catatan BPBD Kukar, Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Tenggarong berada di angka 210,5. Angka tersebut masuk kategori sangat tidak sehat.

“Sekitar 210,5,” kata Sigit saat ditanya mengenai kondisi ISPU.

Dia menjelaskan, memburuknya kualitas udara tersebut berkaitan dengan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Kukar. Menurutnya, hujan yang turun sebelumnya justru membuat asap menjadi lebih pekat.

Baca Juga  Pemerintah Klaim Pemindahan ASN ke IKN Bukan Sekadar Pindah Tempat Kerja

“Ini dampak akibat karhutla, kebakaran hutan kan karena kemarin ada hujan. Hujan jadi menimbulkan asap yang pekat,” jelasnya.

BPBD memperkirakan kondisi kabut asap tersebut masih dapat berlangsung dalam dua hingga tiga hari ke depan. Namun, durasinya sangat bergantung pada kondisi cuaca.

“Ini kemungkinan ya kita perkirakan ya dari saya itu mungkin sampai dua atau tiga hari. Kita lihat kondisinya kalau hujan lagi kemungkinan bisa cepat lah ini berkurang,” katanya.

Sigit menambahkan, hingga Kamis belum kembali turun hujan yang dinilai dapat membantu mengurangi kepadatan asap. “Tetapi karena kondisinya kan belum ada hujan yang turun,” sebutnya.

Baca Juga  Erau di Kukar Bukan Hanya Adat, Maulid Barzanji Tegaskan Kuatnya Nilai Islam

Di tengah kondisi tersebut, BPBD mengimbau masyarakat menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, terutama ketika kabut asap masih terlihat pekat. (fjr/adv)