Kampanye di Sebulu, Aulia Janji Lanjutkan Program Kukar Idaman Tanpa Perubahan

Kampanye di Sebulu, Aulia Janji Lanjutkan Program Kukar Idaman Tanpa Perubahan
Calon Bupati Kukar Nomor Urut 01, dr Aulia Rahman Basri (memegang mikrofon), menyampaikan komitmen untuk melanjutkan program Kukar Idaman dalam kegiatan kampanye yang dirangkai dengan halal bihalal di Desa Sebulu, Kecamatan Sebulu, Jumat (7/4/2025). (istimewa)

HARAPAN menggantung di antara kepulan asap dapur dan senyum tamu-tamu yang datang bersilaturahmi pada sebuah rumah sederhana di Desa Sebulu Ulu, Kecamatan Sebulu, Kutai Kartanegara (Kukar). Aji Ratna, seorang ibu dengan anak yang tengah kuliah jurusan farmasi, menyimpan impian sederhana: anaknya bisa menyelesaikan kuliah tanpa putus di tengah jalan. 

“Kalau bisa dapat beasiswa, alhamdulillah. Jalanan juga semoga bisa lebih bagus,” ujarnya pelan, menerawang ke arah jalan desa yang belum sepenuhnya mulus.

Harapan ini terucap dalam halalbihalal yang digelar calon Bupati (Cabup) Kukar Aulia Rahman Basri, Jumat (11/4/2025). Bukan sekadar silaturahmi, di balik sapaan dan suguhan, terdapat pesan kuat yang ingin ditegaskan: meski sosok calon bupati berganti, komitmen terhadap rakyat tidak berubah. 

Maju mendampingi Rendi Solihin sebagai pasangan calon nomor urut 01, Aulia Rahman menegaskan semua program unggulan Kukar Idaman Terbaik akan tetap dilanjutkan. Langkah ini menjadi konsekuensi dari putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mendiskualifikasi Edi Damansyah karena dianggap telah menjabat dua periode. 

Baca Juga  Pejabat PNS Kaltim Diminta Bekerja Maksimal dan Bangun Budaya Kerja Unggul

Pemungutan suara ulang Pilkada Kukar harus diulang tanpa sang petahana. Lantas, tongkat estafet perjuangan kini dipegang dr. Aulia. 

“Programnya tetap. Nomornya tetap. Yang berganti hanya saya, menggantikan Pak Edi,” ucap Aulia di hadapan warga Sebulu.

Kukar Idaman Terbaik bukan sekadar visi, melainkan jawaban konkret atas kebutuhan warga. Bantuan pendidikan, pemberdayaan kelompok disabilitas, program keagamaan lintas iman, dan pembangunan infrastruktur yang merata hingga pelosok desa.

Chairil Anwar, seorang pengajar yang juga penyandang disabilitas, merasakan langsung manfaat program Kukar Idaman. 

“Setiap dua bulan kami dapat sembako, akhir tahun ada bantuan dana sosial dari bupati. Tapi yang kami dambakan bukan cuma bantuan sesaat. Kami ingin pancing, bukan ikan—kesempatan untuk mandiri, berkarya, dan berguna,” tuturnya bergetar.

Baca Juga  Naturalisasi Sembilan Atlet untuk Perkuat Timnas Disetujui DPR RI, Siapa Saja?

Aulia yang pernah menjadi seorang dokter ini menyambut suara-suara itu dengan lugas. Menurutnya Program Kukar Idaman Terbaik telah dirancang bukan hanya untuk membantu, tetapi untuk memampukan. 

“Ada beasiswa satu KK satu sarjana, program Kukar Siap Kerja, klinik wirausaha mandiri untuk disabilitas, pendakwah, dan masyarakat umum. Kami ingin semua punya pijakan untuk maju,” katanya.

Bagi masyarakat Sebulu, janji ini bukan isapan jempol. Sebab mereka telah melihat bukti nyata di bawah kepemimpinan Edi-Rendi. Kini, saat Edi tak lagi bisa melanjutkan, harapan itu tetap menyala lewat Aulia-Rendi.

Disampaikan, pemilihan ulang akan berlangsung Sabtu, 19 April 2025. Hari yang strategis, karena Jumat dan Minggu merupakan hari libur. “Kalau mau liburan, nyoblos dulu,” kata Aulia, menyelipkan pesan dengan senyum.

Baca Juga  Anggota DPRD Samarinda Anhar Serap Aspirasi Warga Rawa Makmur

Di ujung acara, seorang warga berdoa lirih. Tak banyak yang diminta—hanya agar janji tetap ditepati, dan Kukar terus berjalan di jalan yang benar. Karena di desa seperti Sebulu, sebuah program bukan hanya rencana. Ia adalah harapan. Dan bagi banyak orang, harapan adalah segalanya. (xl)

kampungbet situs gacor