Kendaraan Mengular, Dewan Sayangkan Pemerintah Tidak Turun

Ketua DPRD Samarinda Sugiyono.

SAMARINDA – Sejak proyek peningkatan jalan Samarinda-Bontang dikerjakan, anggota dewan banyak menerima keluhan masyarakat. Sebab pengaturan lalu lintas dianggap tidak profesional sehingga merugikan masyarakat itu sendiri. Keluhan itu sampai ke telinga Ketua DPRD Samarinda Sugiyono.

Politisi PDI Perjuangan Samarinda ini mengaku kerap mendapat laporan dari warga terkait antrean panjang kendaraan yang mengular karena macet. Pengaturan buka tutup jalan dinilai belum baik karena koordinasi antara petugas kerap tidak berjalan semestinya.

Baca Juga  DPRD Kukar Siap Kawal Aspirasi Mahasiswa Unikarta Soal Putusan MK

Yang disayangkan Sugiyono, kemacetan panjang itu tidak hanya berdampak pada pengguna jalan keluar masuk Samarinda. Namun juga para calon penumpang pesawat yang akan keluar daerah menggunakan jalur Bandara APT Pranoto. Tak sekali dua kali warga ketinggalan pesawat karena terjebak macet.

“Sebenarnya kalau buka tutup jalan itu bagus, warga masih bisa memahami. Tapi kalau sampai macet panjang dan lama, harus ada cara baru. Yang kasihan itu kalau ada yang mau ke bandara dan ketinggalan pesawat karena macet,” urai Sugiyono.

Baca Juga  Dandani Kampung Wisata Bukit Stelling, Wawali Samarinda Ajak Donasi Lewat Minyak Jelantah

Melihat kondisi tersebut, Sugiyono berharap pemerintah melalui Dinas Perhubungan (Dishub) baik tingkat kota maupun provinsi bisa turut andil membantu persoalan tersebut. Yang disayangkannnya, jarang ada petugas resmi yang ikut mengatur di sana.

“Jadi sangat disayangkan dengan kondisi tersebut, pemerintah tidak turun tangan dalam mengatasi kemacetan tersebut,” tutup Sugiyono. (ded)